Kompas.com - 06/09/2021, 16:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menyoroti glorifikasi bebasnya Saipul Jamil dari Lapas Cipinang.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menilai, glorifkasi itu bagai penyambutan seorang pahlawan yang habis berlaga di pertandingan. Padahal, Saipul Jamil merupakan mantan narapidana kasus asusila.

Baca juga: Minta TV Boikot Saipul Jamil, Komnas PA: Kerja Hampir 20 Tahun Jadi Sia-sia

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematikan televisi saat menayangkan Saipul Jamil.

“Meminta masyarakat untuk menyetop mematikan televisi apa pun ketika Saipul Jamil dalam program itu,” ujar Arist di kantor Komnas Anak, Senin (6/9/2021).

Arist mengatakan, glorifikasi Saipul Jamil usai bebas dari jeruji penjara menyakiti hati korban dan Komnas Perlindungan Anak.

Baca juga: Ernest Prakasa Apresiasi Langkah KPI yang Larang Televisi Glorifikasi Kebebasan Saipul Jamil

Korban dan Komnas Perlindungan Anak tidak menerima glorifikasi bebasnya Saipul Jamil.

“Korban melaporkan ke Komnas Perlindungan Anak sakit hati terhadap itu. Karena peristiwa itu melecehkan martabat dari korban dan membuat Komnas Perlindungan Anak tidak menerima itu,” ucap Arist.

“Ribuan anak- anak yang mengalami kejahatan seksual juga merasa dilecehkan. Bahkan para pegiat-pegiat perlindungan anak termasuk Komnas Perlindungan Anak itu dilecehkan oleh peristiwa itu,” lanjur Arist.

Baca juga: Minta Stasiun TV yang Tayangkan Glorifikasi Saipul Jamil Dihukum, Komnas PA Kirim Surat ke Kominfo dan KPI

Aris menilai, penayangan Saipul Jamil di televisi tak mendidik. Bahkan, hal itu merusak gerakan perlindungan anak.

Oleh karena itu, Komnas Anak meminta stasiun televisi dan media lainnya untuk memboikot Saipul Jamil.

“Saya minta stasiun stasiun televisi atau PH jangan memberikan kesempatan untuk melakukan (menayangkan Saipul Jamil) itu. Ini kemarin baru satu hari (Saipul bebas) aja sudah banyak orang yang menunggu tayangan televisi. Sekali lagi dengan rasa hormat saya, tayangan televisi baik itu yang sifatnya online, baik itu production house tidak ada,” tutur Arist.

Baca juga: Komnas Anak: Kami Bukan Menghalangi Saipul Jamil Cari Nafkah

Diketahui, Saipul Jamil dijebloskan ke dalam penjara atas perkara pencabulan dan penyuapan. Dia menjalani hukuman selama sekitar 5 tahun.

Pada 2 September, Saipul Jamil resmi bebas dari Lapas Kelas I Cipinang. Dia disambut keluarga, bahkan ada yang memberinya kalungan bunga.

Pada hari yang sama, Saipul langsung menjadi bintang tamu program televisi.

Baca juga: Komnas Perlindungan Anak Minta Televisi hingga Media Mainstream Boikot Saipul Jamil

Kemeriahkan penyambutan Saipul Jamil itulah yang memicu protes dan kecaman berbagai pihak.

Bahkan ada mengambil langkah tegas, termasuk Visinema.

Salah satu rumah produksi film terbesar di Indonesia itu menghentikan pembicaraan untuk penayangan dua filmnya di stasiun televisi yang mengundang Saipul Jamil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.