Kompas.com - 01/07/2021, 16:44 WIB
Adik Askara Parasady Harsono, Kinenta Harsono (kiri) memberi keterangan tentang teror yang dialami keluarganya, Kamis (1/7/2021). KOMPAS.com/REVI C RANTUNGAdik Askara Parasady Harsono, Kinenta Harsono (kiri) memberi keterangan tentang teror yang dialami keluarganya, Kamis (1/7/2021).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Adik Askara Parasady, Kinenta Harsono, mendadak muncul ke publik.

Didampingi kuasa hukum, Fahmi Bachmid, Kinenta Harsono mengaku keluarganya jadi korban teror.

Kinenta mengatakan teror mulai muncul sejak Askara bermasalah dengan Nindy Ayunda. Ketika itu Askara dan Nindy dalam proses bercerai.

Baca juga: Mengaku Disekap Nindy Ayunda, Mantan Suster: Saya Tidak Dibayar Pak Askara

“Bahwa permasalahan Aska dengan Nindy jangan dikaitkan dengan orang lain atau dengan keluarga. Karena dengan adanya permasalahan mereka adanya teror ke keluarga,” kata Kinenta melalui jumpa pers via Zoom, Kamis (1/7/2021).

Kinenta menjelaskan teror-teror itu dialamatkan ke beberapa anggota keluarganya seperti ayahnya, ibunya serta kakak pertama dan istrinya.

“Pertama ada oknum menteror tokoh masyarakat tempat tinggal papa saya yang mana terornya itu intinya tentang perempuan yang dikaitkan dengan papa saya,” tutur Kinenta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Berkas Perkara KDRT Askara terhadap Nindy Ayunda Dinyatakan P21

“Yang kedua, teror ke ibu saya dikirmkan bunga oleh seseorang, seolah-olah dari laki-laki lain," kata Kinenta.

Teror serupa juga ditujukan kepada kakak dan istri Kinenta.

"Yang ketiga teror ke kakak saya yang pertama, teror ke rumah dikirimkan celana dalam perempuan, ini oknum. Yang keempat kepada istri saya, saya tidak tahu orangnya tetapi istri saya dilaporkan ke polisi,” tambah Kinenta.

Baca juga: Teguran Ayah Askara Parasady kepada Nindy Ayunda, Layangkan Somasi atas Pencemaran Nama Baik

Kinenta mengaku tak mengetahui secara pasti peneror keluarganya. Yang jelas teror itu mulai dirasakan Kinenta dan keluarga sejak Februari 2021 kemarin.

“Mulai dari Februari teror. Pelakunya tidak tahu siapa. Jadi banyak teror ke keluarga kami. Saya diam selama 6 bulan, baru kali ini saya bicara, karena sudah terlalu banyak gitu lho,” ungkap Kinenta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.