Kompas.com - 04/06/2021, 12:48 WIB
Aktor Arie Kriting saat berkunjung ke Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (6/3/2018). KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKAAktor Arie Kriting saat berkunjung ke Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komedian Arie Kriting kembali melontarkan kritiknya terhadap penggunaan ikon di PON XX Papua.

Seperti diketahui, Nagita Slavina telah ditunjuk untuk menjadi ikon dalam acara yang akan digelar di Papua ini.

Arie Kriting merasa kesal karena istilah ikon yang digunakan oleh pemerintah pada PON kali ini tetap tidak merepresentasikan Papua.

Baca juga: Dukung Pendapat Arie Kriting Terkait Duta PON Papua, Dian Sastro Dibanjiri Kritikan

"Cuma mau tambah istilah tapi ujung-ujungnya tempat dan kesempatan untuk Orang Papua menunjukkan identitas dan eksistensinya dihilangkan," tulis Arie Kriting.

Suami artis peran Indah Permatasari ini lalu menunjukkan gambar-gambar hasil pencariannya di Google terkait ikon untuk acara-acara olahraga tahunan seperti PON.

Sayangnya, Arie Kriting tak menemukan apa yang dicarinya dan hanya mendapat beberapa gambar maskot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Arie Kriting Protes Nagita Slavina Ditunjuk Jadi Duta PON XX Papua

Oleh sebab itu, sutradara Cek Toko Sebelah the Series ini berharap agar pemerintah menunjuk perempuan Papua untuk menjadi duta dan meninggalkan istilah ikon tersebut.

"Mending tunjuk satu orang Perempuan Papua untuk jadi Duta PON XX Papua saja. Lalu hilangkan istilah ikon yang mengada-ada itu," tulis Arie seperti dikutip Kompas.com dari laman Instagram-nya, Jumat (4/6/2021).

Sebelumnya, Arie Kriting juga memprotes keras penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua.

Baca juga: Dukung Pendapat Arie Kriting Terkait Duta PON Papua, Dian Sastro Dibanjiri Kritikan

Tak lama kemudian, Arie Kriting ternyata salah karena istri Raffi Ahmad tersebut bertindak sebagai Ikon, bukan Duta.

Kendati demikian, Arie Kriting tetap menyalahkan pemerintah lantaran tak ada perempuan Papua yang dijadikan representasi di acara tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Arie Kriting (@arie_kriting)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.