Kompas.com - 25/05/2021, 11:35 WIB
Penulis novel Tere Liye bicara dalam seminar nasional kepenulisan di Gedung Olahraga Universitas Malikussaleh, Cunda, Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (16/12/2017) Kompas.com/MasriadiPenulis novel Tere Liye bicara dalam seminar nasional kepenulisan di Gedung Olahraga Universitas Malikussaleh, Cunda, Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (16/12/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com- Penulis buku Tere Liye kembali menjadi sorotan. Ucapannya di salah satu unggahan di media sosial menjadi perbincangan ramai pengguna media sosial. 

Padahal, Tere Liye sebenarnya mengeluhkan tentang pembajakan buku yang dianggap sebagai hal lumrah dalam masyarakat, tapi telah merugikan banyak orang. Mulai dari penulis, editor, penerbit, dan masih banyak lainnya. 

"Nah, kalau kamu benar-benar tidak punya uang. Aduh, kan bisa pinjam. Bisa download aplikasi ipusnas. Gratis malah bacanya. Ada yang gratis, kamu malah beli bajakan. Bikin kaya pembajak dan marketplace, kan goblok banget," tulis Tere Liye di laman Facebook.

"Keluarga kamu kalau kerja HARUS dapat gaji, dapat THR, dapat bonus. Tidak dibayar, kamu dijamin ngamuk. Tapi lihat penulis buku dibajak, kamu komen sok bijak sekali: 'anggap saja amal'. Dasar goblok, kezaliman massal dilakukan di depanmu, kamu sok bijak," tulis Tere Liye lagi.

Unggahan Tere Liye yang kemudian diunggah ulang oleh akun @harisFQ sebenarnya hanya sebagian dari sejumlah keluhan Tere Liye tentang pembajakan buku.

Pemilik akun @harisFQ itu menyayangkan ucapan Tere Liye yang dianggap kasar terhadap orang-orang yang membeli buku yang disebut mayoritas pembaca buku Tere Liye adalah anak SMP dan SMA.

"Masalahnya, Bung Tere, audiens buku anda itu mayoritas anak smp dan sma yang belom engeuh sama isu pembajakan buku," tulis akun @harisFQ.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Baik itu buku fisik maupun ebook. Sekarang mereka yg polos itu anda dungu dan goblokkan, makin nampaklah arogansi anda Bung Tere," tulis akun tersebut.

Unggahan Haris kemudian mendapat ramai komentar pro kontra dari netizen. Ada yang tetap mendukung Tere Liye dan ada juga yang mendukung Haris dan menyayangkan ucapan Tere Liye.

"Tere Liye bisa menemukan kata-kata yang lebih baik. Tapi twit ini mengganti prioritas masalahnya, menunjuk pada masalah yang kurang penting," tulis akun @hasssnnnaaa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.