Kompas.com - 23/04/2021, 10:14 WIB
Grup band Voice of Baceprot  Widi Rahmawati (bass), Euis Siti Aisyah (drum) dan Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar) (kiri ke kanan) di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (22/4/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOGrup band Voice of Baceprot Widi Rahmawati (bass), Euis Siti Aisyah (drum) dan Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar) (kiri ke kanan) di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Menurut Marsya, masalah sebenarnya ada pada orang-orang yang memberikan stigma itu sendiri.

"Sebenarnya kalau ada kayak stigma gitu justru yang ribet orang-orangnya, justru dia yang enggak enak," ungkap Marsya.

Marsya dan kedua rekannya hanya ingin memperkenalkan diri seutuhnya kepada para penggemar.

Baca juga: Marsya VoB: Kita Ini Sisi Lain dari Metal

Lagu dari pengalaman

Diketahui, lagu-lagu VoB, seperti "School of Revolution", "Kentut RUUP", dan "Perempuan yang Merdeka Seutuhnya", begitu sarat mengandung kritik sosial.

Marsya mengungkapkan, lagu-lagu tersebut digali dari pengalaman keseharian hingga referensi bacaan.

"Lagu yang dibawa VoB memang kebanyakan pengalaman sendiri sih. Paling idenya dari apa yang kita dengar, terus kita baca, terus kita terapkan, bawa ke lagu kita," ungkap Marsya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan menerapkan pengalaman pribadi dalam musik, kata Marsya, makna lagu tersebut akan dengan mudah tersampaikan.

Baca juga: Pilih Aliran Musik Metal, VoB: Itu soal Selera dan Kami Memang Cocok

Impian kolaborasi

Sebagai band beraliran metal, VoB punya mimpi berkolaborasi dengan Navicula, grup metal asal Bali yang terkenal dengan warna musik grunge yang dipengaruhi kebudayaan Bali.

Adapun untuk level luar, VoB ingin manggung bersama System Of A Down.

"Kalau luar, ya System Of A Down sih, jelas," tutur Marsya.

Bagi Marsya, vokalis System Of A Down, Serj Tankian, memiliki ciri khas yang sangat disukainya.

Sebagai informasi, nama "Baceprot" berarti bawel atau berisik dalam bahasa Sunda.

VoB terbentuk dengan bantuan pengasuh dan mantan guru mereka, Cep Ersa Eka Susila Satia, saat masih di madrasah tsanawiah (MTs) atau setara dengan sekolah menengah pertama (SMP) pada Februari 2014, di Desa Ciudian, Garut, Jawa Barat.

Baca juga: VoB Ungkap Keinginan Kolaborasi dengan Navicula hingga System Of A Down

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X