Kompas.com - 16/04/2021, 06:48 WIB
Rachel Goddard YouTube Rachel GoddardRachel Goddard

JAKARTA, KOMPAS.com- Selebgram Rachel Goddard mengungkap keputusannya untuk mengangkat rahim.

Rachel memiliki miom dan kista dengan ukuran masing-masing 8 cm dan 3 cm yang membuatnya selalu kesakitan.

Sebenarnya ini bukan kali pertama bagi Rachel. Sebelum hamil, Rachel sudah memiliki kista di bagian kanan dan kiri sel telurnya, yang membuatnya selalu merasa sangat menderita setiap datang bulan.

Mulai dari hampir pingsan, sulit jalan, hingga bergeser saat tidur bisa sangat menyakitkan bagi Rachel.

Begitu juga ketika akhirnya dia hamil, Rachel semakin merasa kesakitan, dari kontraksi yang selalu muncul selama kehamilan, hingga sering mual dan muntah karena lambung dan ususnya terhimpit ketika kista dan rahim membesar.

Saat melahirkan, Rachel akhirnya memutuskan operasi caesar agar bisa sekaligus mengangkat kista yang berukuran masing-masing 3 cm di bagian kiri dan kanan sel telurnya.

Tapi sekarang, kista itu muncul lagi, hanya tiga tahun setelah dia melahirkan. Dan kali ini rasa sakitnya melebihi saat dia belum hamil. Belum lama periode menstruasinya yang panjang.

Sebenarnya ada beberapa pilihan perawatan yang ditawarkan dokter, dengan tujuan mempertahankan rahimnya, tapi beberapa diantaranya sudah pernah dicoba Rachel dan menurutnya itu semua tidak enak.

"Kenapa akhirnya gue memilih operasi angkat rahim, karena satu gue udah enggak kepengin punya anak lagi, percayalah susah banget untuk punya anak tuh kalau punya kista, miom, apalagi udah besar," kata Rachel dikutip dari YouTube Rachel Goddard, Jumat (16/4/2021).

"Dan hamil sembilan bulan dengan kista dan miom di perut lo, huuuuuu, sepengalaman gue that's not nice," ujarnya lagi.

Bukan keputusan mudah juga untuk mengangkat rahimnya. Butuh waktu seminggu bagi Rachel memikirkan keputusan melakukan pengangkatan rahim, dengan berbagai pertimbangan, termasuk ketakutan-ketakutannya jika hanya memiliki satu anak.

Tapi di sisi lain, rasa sakit yang harus dirasakan setiap menstruasi terus membayangi Rachel, sehingga dia memutuskan melakukan operasi pengangkatan rahim. 

"Tapi ini keputusan yang udah gue ambil, gue memutuskan untuk operasi angkat rahim," kata Rachel usai mengusap air matanya.

"Risikonya ya enggak bisa punya anak lagi, rahimnya udah diambil, dan gue tidak akan mens, tidak akan pendarahan, tidak akan ada rasa sakit lagi, itu sih yang paling penting," sambungnya.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X