Ernest Prakasa Sayangkan Masyarakat yang Dapat Jatah Vaksin Covid-19, tapi Malah Menolak

Kompas.com - 12/04/2021, 12:23 WIB
Ernest Prakasa sutradara film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019).
KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHErnest Prakasa sutradara film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika Ernest Prakasa menyayangkan banyak masyarakat yang tak mengambil jatah vaksinasi Covid-19 meski telah diberikan oleh pemerintah.

"Cerita yang sedikit menarik dari vaksin ini adalah memang tidak semua yang menerima vaksin ini mau menerima jatah vaksinnya. Itu sebenarnya yang disayangkan sih," ujar Ernest dikutip Kompas.com dari Instagram pribadinya, Senin (12/4/2021).

Padahal Pemerintah sudah menyiapkan vaksin untuk diterima semua kalangan masyarakat. Untuk saat ini penerimaan vaksin masih dilakukan bertahap sesuai dengan kelompok prioritasnya.

Mulai dari lansia, pedagang pasar, pendidik, tokog agama, wakil rakyat (pejabat pemerintah dan ASN), petugas pariwisata, petugas pelayanan publik, atlet, wartawan, pekerja media, pekerja (yang menggunakan transportasi publik), hingga petugas transportasi publik.

Baca juga: Ernest Prakasa Merasa Pegal dan Ngantuk Usai Vaksinasi Covid-19

"Padahal pemerintah mengalokasikan vaksin ini untuk lansia dahulu. Terus sekarang lini per profesi ini. Dari kuota yang disediakan juga banyak orang yang menolak untuk divaksinasi," kata Ernest.

Ernest menyoroti angka harian Covid-19 di Indonesia yang berangsur-angsur semakin menurun. Untuk mengurangi potensi penularan Covid-19 itu terjadi, maka sebaiknya makin banyak masyarakat yang divaksin.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk mau divaksin dengan harapan ke depannya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir.

"Jadi sebenarnya sayang banget teman-teman, sekarang angka Covid-19 semakin turun. Bahkan, angka harian yang sempat di-pick 14.000-an (angka penambahan kasus Covid-19) beberapa hari terakhir di 4.000, 5.000-an gitu ya, kita sudah digrafik turun. Jadi gue rasa sayang banget (bagi kalian yang menolak divaksin). Mari kita tuntaskan pandemi ini dengan cara menciptakan herd immunity, dengan cara mengikuti vaksin masyarakatnya," ucap Ernest.

Baca juga: Cerita Ernest Prakasa Vaksinasi Covid-19 Pertama, Sempat Takut tapi...

"Jadi sekali lagi buat teman-teman yang dapat kesempatan untuk vaksin dalam waktu dekat, jangan takut sakit. Jangan menyia-nyiakan kesempatan menyudahi pandemi ini. Itu sih menurut gue," tuturnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ernest Prakasa (@ernestprakasa)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X