Kompas.com - 09/04/2021, 14:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai tindak lanjut penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 soal royalti musik, pemerintah akan membangun pusat data lagu atau musik. 

Pusat data tersebut dapat diakses oleh LMKN, para musisi, dan pengguna secara komersial. 

Kemudian, LMKN selanjutnya akan mengelola royalti berdasarkan data yang telah terintegrasi antara pusat data musik atau lagu milik DJKI dengan Sistem Informasi Lagu atau Musik (SILM) yang dikelola oleh LMKN.  

Baca juga: Aturan Royalti Lagu dan Musik Terbit, LMKN Targetkan Raup Rp 300 Miliar

Hal itu dijelaskan secara rinci oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual RI Freddy Harris dalam Konferensi Pers virtual terkait Pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021, Jumat (9/4/2021). 

"Artinya, pusat data ini untuk menyajikan data mengenai siapa penciptanya, penyanyinya siapa, dan produser rekamannya siapa," kata Freddy.  

Pusat data tersebut diwacanakan akan selesai dalam waktu dekat ini. 

Baca juga: UMKM Dapat Keringanan Pembayaran Royalti Lagu dan Musik

"Pokoknya dalam waktu dekat sistem akan selesai. Biar semua transparan dan jelas mana yang harus. Langkah awal, sesudah ini akan dibuat pusat data SISLM, bikin data besar musik," lanjut Freddy. 

Nantinya, informasi Pusat Data Lagu atau Musik ini bisa diakses lewat e-Hak Cipta yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Baca juga: Hotel Masuk Daftar Tempat Wajib Bayar Royalti Lagu, Ini Respons PHRI

Sebagai informasi, penerbitan PP tersebut sejauh ini mendapatkan sambutan baik dari para musisi Indonesia karena dianggap akan memperkuat isi Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 mengenai Hak Cipta.

Selain itu, PP Nomor 56 Tahun 2021 ini juga dinilai akan memberikan kepastian hak royalti kepada para musisi Tanah Air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.