Kompas.com - 08/04/2021, 11:39 WIB
Nindy Ayunda saat ditemui di Komnas Perempuan kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2021). KOMPAS.com/Revi C Rantung Nindy Ayunda saat ditemui di Komnas Perempuan kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang cerai antara penyanyi Nindy Ayunda dengan Askara Parasady Harsono.

Persidangan yang dihelat secara tertutup ini beragendakan pemeriksaan saksi untuk memberikan keterangan mengenai dugaan KDRT yang dilakukan Askara kepada Nindy.

Hadirkan tiga saksi

Kuasa hukum Nindy, Herman Y Simarmata, mengatakan sidang pembuktian ini menghadirkan tiga saksi.

Baca juga: Nindy Ayunda Laporkan Askara Terkait dugaan KDRT atas Rekomendasi Ibunya

Salah satu di antaranya adalah ibunda Nindy Ayunda, Ratmulyati. Namun, saat hadir dia irit berbicara kepada awak media.

"(Saksi) Tiga. Ibu Nindy, asisten rumah tangga, sama sopir," kata Herman.

Sayangnya, Nindy Ayunda tidak dapat menghadiri persidangan karena alasan kesehatan.

Pergoki saat luka lebam

Meski irit bicara, Ratmulyati memberikan informasi sedikit. Dia mengaku pernah melihat langsung anaknya mengalami luka lebam pada beberapa bagian tubuhnya.

Luka lebam tersebut KDRT yang dilakukan Askara.

Baca juga: Usai Jadi Saksi Sidang Cerai Anaknya, Ibunda Nindy Ayunda Menitikkan Air Mata

"Iya (pernah pergoki Nindy dalam luka lebam) terakhir ini. Di muka sama badannya," kata Ratmulyati.

Menangis

Ratmulyati terlihat menitikkan air mata usai memberikan keterangan dalam sidang cerai anaknya dengan Askara.

Saat ditanya awak media mengenai jalannya persidangan, Ratmulyati tidak berbicara sedikitpun.

Herman Simarmata membenarkan Ratmulyati menangis saat menjalani persidangan yang digelar secara tertutup itu.

Baca juga: Ibunda Pernah Lihat Langsung Wajah dan Badan Nindy Ayunda Luka Lebam

"(Karena) Dipertanyakan kondisi apakah benar adanya tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Jadi ibunya Nindy menceritakan bahwa bagaimana (Nindy) mempertahankan (rumah tangga) yang kadang-kadang Mba nindy enggak mau cerita," kata Herman usai persidangan.

"Tapi, akhirnya terbongkar karena pada saat Mba Nindy ke rumah orang tuanya dalam kondisi yang sudah memar. Nangis, ya itu namanya orang tua kan pasti ikut juga merasakan bagaimana yang dirasakan anaknya," ujar Herman melanjutkan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X