Kompas.com - 31/03/2021, 09:34 WIB
Ilustrasi film di bioskop Ilustrasi | ShutterstockIlustrasi film di bioskop

KOMPAS.com - Industri perfilman dunia menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Sebagian besar studio terpaksa harus menunda perilisan film-film terbaru mereka.

Industri perfilman Hollywood, misalnya, mengalami perombakan jadwal besar-besaran akibat pandemi Covid-19.

Alasan utamanya tentu saja karena bioskop yang ditutup demi menekan angka penyebaran virus corona.

Selama hampir 12 bulan bioskop ditutup, perilisan film-film besar pun akhirnya dialihkan ke layanan streaming.

Untuk kali pertama selama 5 dekade, tak ada studio yang mampu menghasilkan pendapatan kotor lebih dari 59 juta dollar AS AS.

Kini industri perfilman Hollywood sudah mulai bisa sedikit bernapas dengan dibukanya kembali sejumlah bioskop.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski jumlah penontonnya dibatasi, setidaknya ekosistem perfilman bisa kembali hidup.

Paul Dergarabedian, analis dari Comscore, belum bisa memprediksi industri perfilman bisa kembali berdiri tegak seperti era sebelum pandemi.

Paul menyebut 2022 akan menjadi tahun di mana bioskop bisa kembali hidup seperti semula.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X