Kompas.com - 26/03/2021, 20:33 WIB
Saipul Jamil ditemui pada akhir acara perayaan 17 Agustus di Lapas Klas 1A Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (17/8/2018) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSaipul Jamil ditemui pada akhir acara perayaan 17 Agustus di Lapas Klas 1A Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (17/8/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pedangdut Saipul Jamil masih harus menjalani hukuman penjara atas kasus pencabulan dan suap.

Saat ini, pria yang akrab disapa Bang Ipul tersebut baru saja mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung (MA).

Seandainya permohonan PK ditolak, maka Saipul Jamil baru bisa menghirup udara bebas pada tahun 2021.

Hal itu beradasarkan perhitungan setelah menjalani hukuman selama lima tahun. Kemudian, dikurangi masa potongan tahanan dan remisi sampai 2020.

"Andaikan PK dikabulkan bisa berkurang, lebih cepat. Tapi kalau tidak, menurut catatan kami sekitar bulan November atau September," kata Natalino Manuel Ximenez selaku kuasa hukum Saipul Jamil dikutip dari video KH Infotainment, Jumat (26/3/2021).

Namun, Natalino menambahkan, Saipul Jamil bisa menghirup udara bebas lebih cepat dari bulan November. Sebab, belum dikurangi remisi tahun 2021.

Saipul Jamil kini harus menantikan putusan dari MA perihal masa hukumannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sidang PK Selesai, Saipul Jamil Nantikan Putusan dari MA

Natalino optimis kliennya bisa keluar dari penjara lebih cepat setelah menyodorkan tiga alat bukti baru dalam berkas PK.

"Itu kan tergantung dari majelis hakim agung, tergantung pertimbangannya. Kalau misalkan bukti yang kita ajukan cukup kuat, bisa menjadi pertimbangan hukum yang kuat bagi majelis hakim agung mengambil putusan mengurangi masa hukuman Saipul Jamil," kata Natalino.

Pengajuan PK merupakan upaya terakhir dari Saipul Jamil untuk bisa keluar lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan.

Pada 2016 lalu, Saipul Jamil divonis tiga tahun penjara karena kasus pencabulan.

Setelah mengajukan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman Saipul Jamil menjadi lima tahun penjara.

Di tengah kasus itu, Saipul Jamil terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, dengan uang sebesar Rp 250 juta.

Oleh karenanya, hukuman Saipul Jamil bertambah tiga tahun. Sehingga, total hukuman menjadi delapan tahun penjara.

Baca juga: Kuasa Hukum Optimis PK Saipul Jamil Dikabulkan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X