Kompas.com - 25/03/2021, 19:26 WIB
Iwan Fals menceritakan proses persalinan Galang Rambu Anarki. (Bidikan layar YouTube Iwan Fals Musica). KOMPAS.com/Revi C Rantung Iwan Fals menceritakan proses persalinan Galang Rambu Anarki. (Bidikan layar YouTube Iwan Fals Musica).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi legendaris Iwan Fals mengakui banyak pihak yang menanyakan asal usul nama anak sulungnya, Galang Rambu Anarki.

Lewat kanal YouTube Iwan Fals Musica, sang pelantun “Bongkar” itu menjelaskan secara gamblang dari mana nama itu berasal.

“Kenapa namanya Galang Rambu Anarki, itu memang saat itu saya terinspirasi oleh Pulau Galang. Penampung manusia perahu dari Vietnam,” kata Iwan Fals dikutip Kompas.com, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Iwan Fals Ungkap Penyebab Kematian Galang Rambu Anarki

Ia menjelaskan, manusia perahu itu adalah orang-orang dari Vietnam yang menolak ikut dengan komunis.

"Nah ini orang vietman yang kalah perang dia enggak mau, kabur, sampai tahun 90an. Pulau galang penampung orang-orang yang enggak ingin sama Vietkong, ingin mendapat harapan baru, kemungkinan baru,” ucapnya.

Iwan Fals pun berharap makna nama yang disematkan untuk anaknya menjadi doa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Iwan Fals Bongkar Dua Keinginan Galang Rambu Anarki Sebelum Meninggal

“Saya berharap Galang seperti itu, dia menampung segala keluh kesah, mimpi-mimpi manusia, tentang masa depannya, niat baiknya. Lalu menggalang, saya berharap seperti orang tua,” tutur Iwan Fals.

Selanjutnya, nama Rambu memiliki arti tersendiri bagi Iwan Fals.

“Lalu rambu, enggak mungkin kita hidup tanpa petunjuk kan. Paling enggak secara naluri butuh kabar, kalu enggak tersesat hidup kita,” ucap Iwan Fals. 

Baca juga: Dilema Besar Iwan Fals dalam Lagu Galang Rambu Anarki

“Makanya ada aturan baik yang masuk akal. Manusia enggak sama semua, saya harap Galang mau memberikan keterangan baik kepada lingkungan dan teman-temannya,” imbuhnya.

Terakhir Anarki, yang menurut Iwan Fals merupakan sebuah faham.

“Lalu Anarki, anarki kan faham, tapi saya kecewa mendengar anarki yang disalahartikan, seolah perusuh, perusak. Padahal menurut saya perusak itu fandalisme,” ungkap Iwan Fals.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X