Tenangkan Anaknya yang Kejang Menyaksikan Rina Gunawan Meninggal Dunia, Teddy Syach: Bunda Milik Allah

Kompas.com - 25/03/2021, 17:02 WIB
Suami artis Rina Gunawan, Teddy Syach di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISISuami artis Rina Gunawan, Teddy Syach di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor Teddy Syach membeberkan kondisi psikis anak-anaknya setelah ditinggal ibu mereka, Rina Gunawan, yang meninggal dunia.

Diketahui, Rina Gunawan wafat usai terjangkit virus corona tipe-2 (SARS-CoV-2) atau Covid-19.

Dia mengatakan, anak pertamanya sempat alami kejang-kejang karena syok melihat ibundanya meninggal dunia.

Baca juga: Hari-hari Terberat dalam Hidup Teddy Syach, Rahasiakan Kondisi Rina Gunawan

Pasalnya, Rina menghembuskan nafas terakhir setelah melakukan video call bersama anak-anak dan Teddy.

“Anak saya pertama kejang ketika (menyaksikan) bundanya sakaratul maut,” ujar Teddy dikutip Kompas.com dalam kanal YouTube Trans TV, Kamis (25/3/2021).

Melihat anaknya syok, Teddy lalu memberikan penjelasan pada anak-anaknya soal kepergian ibunya itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Alasan Teddy Syach Sempat Tak Beri Tahu Kondisi Rina Gunawan ke Anak-anaknya

Dia mengingatkan sang anak bahwa ibundanya adalah titipan Allah. Hal tersebut sudah disampaikan Teddy dua hari sebelum Rina meninggal dunia.

“Saya bilang kalau orang dititipin motor tiba-tiba setelah setahun yang punya motor ngambil enggak? Sedih enggak? Iya sama, bunda itu milik Allah. Kalau Tuhan berkehendak bunda sembuh bunda sembuh,” kata Teddy.

“Saya ingatkan ke dia (anaknya) ‘bahwa ayah sudah ngomong apa dua hari lalu. Bunda diambil pemiliknya (Allah),” lanjut Teddy.

Baca juga: 5 Detik Ucapan Terakhir Rina Gunawan kepada Teddy Syach: Dadah Ayah

Ia saat itu mencoba kuat untuk memberi semangat dan mengikhlaskan kepergian bundanya.

Meski mencoba kuat, Teddy merasa separuh jiwanya seolah hilang dalam tubuhnya bersama Rina.

“Saat sakaratul maut itu rasa badan saya ini seperti dicabut berangkat bareng sama mendiang. Di mana saat itu saya tenang dan saya pegang (anak-anaknya), shalat Maghrib, makan malam dan berangkat ke Jakarta,” tuturnya.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X