Kompas.com - 08/03/2021, 14:07 WIB
Selebgram Millen Cyrus menjelaskan alasannya enggan mengganti nama aslinya di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurut keponakan Ashanty ini, hal tersebut masuk kategori pemalsuan identitas. YouTube Atta HalilintarSelebgram Millen Cyrus menjelaskan alasannya enggan mengganti nama aslinya di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurut keponakan Ashanty ini, hal tersebut masuk kategori pemalsuan identitas.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selebgram Millen Cyrus kini berkiprah ke dunia bisnis. Pasalnya, kini keponakan Ashanty itu baru saja buka bisnis baru di bidang kecantikan.

Beralihnya Millen ke dunia bisnis untuk membuktikan ke publik bahwa dia tak dikenal hanya karena kasus kontroversial saja, melainkan karena prestasinya.

“Makanya aku sekarang mau buka untuk prestasi gitu. Karena aku mau nunjukin ke kalian (netizen) kalau aku tuh ternyata diam-diam buka beauty bar. Maksudnya aku mau ke dunia bisnis aja deh, dibanding dunia entertain yang terlalu gimana-gimana gitu,” ujar Millen seperti dikutip dalam kanal YouTube KH Infotainment, Senin (8/3/2021).

Millen mengatakan, selama jalani rawat jalan di Badan Narkotika Nasional (BNN), pihak kepolisian membolehkannya untuk mengurusi karier, termasuk bisnis barunya ini.

Baca juga: 3 Fakta Penangkapan Millen Cyrus Berkait Zat Psikotropika

Namun, polisi berpesan agar Millen tak berbuat aneh.

Sebagai informasi, Millen Cyrus diminta mengikuti program rehabilitasi narkoba usai tertangkap pada tahun lalu.

“Iya, untuk aku berkarier atau apa yang penting jangan aneh-aneh aja. Itu aja pesannya kalau dari pihak polisi,” kata Millen.

Keponakan Ashanty ini mengatakan, ia masih harus wajib lapor di Kantor BNN Jakarta Selatan setiap satu pekan sekali.

Baca juga: [POPULER HYPE] Dari Nur Amalina Hayati Jadi Anya Geraldine | Fakta Penangkapan Kedua Millen Cyrus

Tidak diketahui sampai kapan Millen Cyrus harus mengikuti program rehabilitasi tersebut.

"Aku masih jalani rawat jalan dari BNN Lido, sekarang dipindahin ke BNN Jakarta Selatan. Sampai kapannya mereka yang nentuin, tetap minggu datang ke sana untuk wajib lapor,” tuturnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X