Kompas.com - 05/03/2021, 14:43 WIB
Saipul Jamil ditemui pada akhir acara perayaan 17 Agustus di Lapas Klas 1A Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (17/8/2018) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSaipul Jamil ditemui pada akhir acara perayaan 17 Agustus di Lapas Klas 1A Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (17/8/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat menggelar sidang dengan terdakwa Saipul Jamil atas kasus penyuapan terhadap mantan panitera PN Jakarta Utara, Rohadi.

Sidang ini merupakan Peninjauan Kembali (PK) kasus tersebut dengan agenda jawaban dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kuasa hukum Saipul Jamil, Natalino Atauro mengatakan, kliennya berharap banyak kepada majelis hakim untuk memutuskan yang seadil-adilnya.

"Harapan bang Ipul sebagai pemohon di sini mudah-mudahan, namanya permohonan PK bisa dikabulkan oleh hakim agung," kata Natalino saat dihubungi wartawan, Jumat (5/3/2021).

Sidang permohonan PK tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rustiyono dengan didampingi hakim anggota yakni, Joko Soebagyo dan Wadji Pramono.

Baca juga: Sudah Tunangan dengan Orang Lain, Dewi Perssik Pilih Nikah dengan Saipul Jamil

Saipul Jamil sendiri mengikuti persidangan PK melalui fasilitas video conference dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

Natalino mengungkapkan alasan pihaknya mengajukan PK terhadap kasus penyuapan tersebut.

Selain hak setiap terdakwa menurut Undang Undang, Natalino mengatakan pihaknya menemukan bukti baru untuk meringankan putusan kasasi dari Mahkamah Agung.

Kendati demikian, Natalino tidak bisa membeberkan bukti yang diajukan untuk permohonan PK terhadap kasus penyuapan tersebut.

Baca juga: Saipul Jamil Ajukan PK di Kasus Pemberian Suap ke Eks Panitera PN Jakut

"Kalau bicara bukti, kan ada istilah bukti baru, ada beberapa, sekitar empat yang kita ajukan," ujar Natalino.

Diketahui, dalam kasus tersebut Saipul divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Juli 2017.

Saipul Jamil dinyatakan terbukti menyuap Rohadi sebesar Rp 250 juta agar majelis hakim PN Jakarta Utara menjatuhkan putusan seringan-ringannya dalam perkara pencabulan.

Sebagai informasi, selain kasus suap, Saipul Jamil juga masih harus menjalani vonis lima tahun penjara berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada Maret 2017, karena terbukti melakukan pencabulan anak.

Baca juga: Kabar Saipul Jamil, Ajukan Pembebasan Bersyarat dan Ingin Kembali Berkarya


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X