Kompas.com - 02/03/2021, 15:14 WIB
Ari Lasso yang sedang berbincang dalam YouTube Siber TV. Bidikan layar YouTube Siber TVAri Lasso yang sedang berbincang dalam YouTube Siber TV.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian tak mengenakkan pernah menimpa penyanyi Ari Lasso pada 2018. Saat itu, akun Twitter-nya diretas.

Padahal akun tersebut sudah terverifikasi atau centang biru.

Melalui kanal YouTube Siber TV, Ari Lasso mengaku peretas tersebut meminta uang tebusan senilai Rp 22 juta untuk mengembalikan akunnya.

Baca juga: Ari Lasso Cerita Akun Twitternya Pernah Diretas hingga Lenyap

“Dia (hacker) ngetwit ngancam-ngancam, ‘Nih akun lu sudah gue pegang sekarang’. Jadi aku ngetwit bisa, tapi keluar namanya Niatkaya,” kata Ari Lasso dikutip Kompas.com, Selasa (2/3/2021).

“Terus dia DM ke aku, manajemen aku (di Instagram), ‘jika mau akun kamu balik kirim lewat paypall’. Itu 1.750 dollar kalau di sini Rp 22 jutaan lah,” tambah Ari Lasso.

Namun, Ari Lasso mengabaikan ancaman tersebut. Hingga akhirnya akun Twitter yang dimilikinya lenyap.

Baca juga: 6 Momen Top 7 Indonesian Idol Special Season, Ari Lasso Rindu Anang hingga Kirana Tereliminasi

“Enggaklah paling bercanda doang. Akhirnya (akun) hilang, abis itu benar-benar enggak bisa balik,” ucap Ari Lasso.

Ari Lasso menduga kejadian yang menimpanya lantaran sempat meng-klik sebuah tautan.

Sehingga dari situlah yang membuat peretas tersebut masuk ke akun Twitter-nya.

“Kayaknya pernah nge-klik tautan terus disuruh re-log in. Yang nyuruh-nyuruh itu kan yang bahaya,” ujar Ari Lasso.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X