Kompas.com - 26/02/2021, 14:24 WIB
Mingyu Seventeen min9yu_kMingyu Seventeen

JAKARTA, KOMPAS.com- Setelah sebelumnya tudingan kekerasan dan bully dibantah oleh agensi Mingyu SEVENTEEN, kini ada kasus baru lagi yang menyeret nama Mingyu.

Mantan teman sekolah yang lain muncul dengan serangkaian tuduhan pelecehan yang dialaminya atas tindakan Mingyu.

Teman sekolah yang tidak disebutkan namanya menjelaskan, umumnya dia akan membuktikan identitasnya menggunakan buku tahunan seperti yang telah dilakukan banyak orang sebelumnya.

Baca juga: Pledis Entertainment Bantah Tuduhan Mingyu SEVENTEEN Lakukan Bullying

Tetapi buku itu terletak di rumah keluarganya dan bukan di tempat tinggalnya saat ini.

Sebagai gantinya, dia mengunggah sertifikat kelulusannya sebagai bukti bahwa dia adalah alumnus Sekolah Menengah Burim dan lulus di tahun yang sama dengan Mingyu.

Teman sekolah itu mengingat pengalamannya dengan kekerasan di Sekolah Menengah Burim.

Berbeda dengan apa yang dikatakan alumni Burim lainnya, mantan teman sekelas ini merasa harus meluruskan reputasi sekolah tersebut.

Baca juga: Giliran Mingyu Seventeen Tersandung Isu Bullying, Ini Kata Agensi

Dia mengatakan telah diasingkan sejak sekolah dasar, dan ketika dia masuk sekolah menengah, teman-teman sekelasnya tidak ingin berinteraksi dengannya karena dia pernah diintimidasi sebelumnya.

Kondisi tak membaik di tahun kedua dia sekolah. Dia mengalami bully dari teman-teman sekelasnya.

Anak ini menegaskan kalau sekolahnya itu jauh dari unggahan yang membela Mingyu.

Dia juga menyertakan bukti resep obat dan laporan terapi dalam unggahannya.

Ketika menghadiri Hagwon (bimbingan belajar) yang terletak di lantai dasar komplek apartemen, dia menceritakan ada seorang siswa laki-laki, khususnya, yang dekat dengan semua orang dan menjadi pusat perhatian di kelas.

Siswa laki-laki ini dideskripsikan sebagai Mingyu SEVENTEEN oleh teman sekolahnya.

Saat anak ini angkat bicara di kelas, dia (diduga Mingyu) akan mengatakan hal-hal seperti "apa yang kamu tahu" dan "jangan bertingkah" padanya.

Hal ini menyebabkan anak itu semakin sedikit bicara, sampai hampir diam selama kelas.

"Murid laki-laki akan membuat lelucon seksual di kursi tempat saya duduk, seolah itu bukan apa-apa. Bahkan jika gurunya ada di sana," tulisnya.

"Secara rutin, siswa laki-laki itu sering melakukan lelucon seksual. Saya masih ingat adegan itu dengan jelas. Meskipun saya tidak dapat mengingat dengan tepat siapa yang menggambar di papan, saya tahu dia (Mingyu) adalah salah satu dari dua orang yang ada di atas dan saya yakin mereka bekerja sama," ucapnya.

Mungkin isu yang dihadapinya ini tidak sebanding dengan isu bullying sebelumnya, tapi karena perlakuan di saat itu berpengaruh di kehidupannya sekarang.

Jadi yang dia inginkan dengan mengunggah itu bukan permintaan maaf emlainkan keinginannya mengekspresikan emosi terkait masalah ini.

 


Sumber Koreaboo
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X