Terancam Tutup Imbas Pandemi, Saung Angklung Udjo Buka Donasi untuk Para Pekerja Seni

Kompas.com - 25/01/2021, 11:13 WIB
Para murid Saung Angklung Udjo yang sedang mendemonstrasikan heleran atau arak-arakan kepada para wisatawan, Bandung, Kamis (16/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianPara murid Saung Angklung Udjo yang sedang mendemonstrasikan heleran atau arak-arakan kepada para wisatawan, Bandung, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar kurang baik datang dari salah satu tempat wisata di Kota Bandung, Jawa Barat, Saung Angklung Udjo.

Tempat wisata yang kerap dikunjungi wisatawan dari mancanegara ini harus menghentikan kegiatan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Saung Angklung Udjo Terancam Bangkrut

"Kisah seorang penari Topeng yang masih bersemangat walau harus terhenti kegiatan berkeseniannya akibat dampak Covid19," tulis akun Instagram @angklungudjo dikutip Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Tempat wisata yang terkenal hingga ke mancanegara ini diketahui memiliki banyak pekerja, mulai dari penari hingga pengrajin angklung.

Namun, kembali lagi karena kondisi pandemi Covid-19, banyak pekerja di Saung Angklung Udjo harus dirumahkan karena sepinya wisatawan.

Baca juga: Terancam Tutup, Berikut Kilas Sejarah Saung Angklung Udjo

Untuk itu, melalui Instagram resmi, Saung Angklung Udjo membuka donasi untuk para pekerja seni yang terdampak pandemi Covid-19.

"Mari Bantu Solidaritas Galang Dana bagi Pelaku Seni Pertunjukan, Pengrajin Angklung dan Kru Pendukung agar tetap bertahan dalam situasi sulit saat ini," tulis @angklungudjo.

Donasi untuk para pekerja seni dapat disalurkan melalui website kitabisa.com atau bisa diklik link di bio Instagram @angklungudjo.

Baca juga: Saung Angklung Udjo, Nonton Wayang Golek sampai Belajar Angklung

Demi menyiasati pemasukan untuk para pagawai, Saung Angklung Udjo membuka kerja sama untuk acara seperti pertunjukan Angklung secara virtual.

Sebelumnya diberitakan, manajemen Saung Angklung Udjo mencatat sudah melalukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 90 persen pegawainya.

Dari sebanyak 600 pegawai yang bekerja di masa normal menjadi tersisa 40 orang yang kini masih dipekerjakan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X