Kompas.com - 05/01/2021, 16:38 WIB
Ariel Tatum di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanAriel Tatum di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Ariel Tatum mengaku masih banyak mendapat stigma negatif soal gangguan mental Borderline Personality Disorder (BPD).

Melalui media sosial Instagram, Ariel Tatum kerap mengampanyekan mengenai masalah kesehatan mental yang disebut gangguan kepribadian ambang itu.

Seperti diketahui, Ariel Tatum mulai menyadari mengidap gangguan mental kepribadian ambang sejak usia 13 tahun.

Baca juga: Idap Gangguan Kepribadian Ambang, Ariel Tatum Akui Sulit Membangun Hubungan Romantis

Namun, aktris berusia 24 tahun ini baru mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya dua tahun lalu.

"Sedihnya dari dua tahun lalu aku kampanye itu, orang-orang masih banyak banget ada stigma malu untuk ke psikolog, karena dibilang, sorry ya, takut dibilang gila," ujar Ariel Tatum dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Idap Borderline Personality Disorder, Ariel Tatum Pernah Coba Bunuh Diri

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ariel Tatum mengajak orang yang mengidap gangguan kepribadian ambang untuk tak malu berkonsultasi kepada ahlinya.

"Benar, 'it's ok to not be ok'. Kenapa harus malu? Sakit flu aja enggak malu untuk ke dokter, kenapa kalau misalnya ada gangguan kesehatan mental harus malu," tuturnya.

Ariel juga mengingatkan bahwa jalan hidup ditentukan oleh diri sendiri bukan dari omongan orang lain.

"Kembali lagi kita harus refleksi sendiri aja sih yang hidup kan kita sendiri, yang rasain kan kita sendiri, terus kita mau dengerin omongan orang," kata Ariel.

Baca juga: 5 Tahun Jalani Terapi, Ariel Tatum: Aku Baru Tahu Idap BPD Umur 18

Deddy Corbuzier berpendapat, orang yang malu memeriksakan kesehatan mentalnya sering kali menyimpulkan sendiri terkait kondisinya.

"Akhirnya mereka self-diagnose, menyimpulkan sendiri, dari majalah 'oh gue begini nih', 'kayaknya gue begini nih', tapi mereka enggak mau meminta bantuan profesional," ujar Deddy Corbuzier.

"Betul, sedangkan yang profesional aja butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajari itu and detected what it's wrong with you, satu-satunya hal yang tepat adalah cari bantuan profesional," ujar Ariel Tatum.

Demi membantu orang yang mengidap gangguan mental sepertinya, Ariel Tatum kerap membagikan voucher konseling ke psikolog setiap minggunya.

"Kalau misalnya memang biaya yang jadi masalahnya kalian bisa cek di sosial media aku, setiap minggu aku bagi-bagi voucher konseling gratis bersama psikolog," tutur Ariel.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X