Kompas.com - 04/01/2021, 17:36 WIB
Joko Anwar, saat ditemui di acara Galaxy Movie Studio Offline Class di Central Park Mall, Jakarta, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.com/Kevin Rizky PratamaJoko Anwar, saat ditemui di acara Galaxy Movie Studio Offline Class di Central Park Mall, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Produser sekaligus sutradara Joko Anwar sangat khawatir budaya menonton film Indonesia di bioskop akan rusak gara-gara pandemi Covid-19.

Walaupun bioskop sudah dibuka dan beberapa film baru sudah dirilis, angka tiket penjualan masih sangat jauh di bawah rata-rata.

"Jadi, ini (yang) dikhawatirkan budaya menonton film di bioskop Indonesia jangan-jangan rusak karena orang sudah nyaman nonton televisi di rumah, ada media streaming OTT," kata Joko Anwar saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Ditanya soal Film Barunya, Joko Anwar: Gue Udah Gatel Mau Cerita

Selama masa pandemi pemerintah membuat peraturan agar para eksibitor membatasi kapasitas penontonnya menjadi 50 persen.

Padahal industri perfilman Indonesia sedang dalam masa keemasan pada 2018 dan 2019.

Dalam periode dua tahun itu, menurut Joko Anwar, penjualan tiket film-film Indonesia bisa menembus angka puluhan juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Alasan Joko Anwar Suarakan Isu Perempuan Lewat Film

"Tahun 2018-2019 adalah masa keemasan film Indonesia di mana kita bisa menjual lebih dari 50 juta tiket film Indonesia setiap tahunnya," kata Joko Anwar.

Saat ini, lanjutnya, para produser film Indonesia benar-benar hanya bisa menantikan vaksin masuk dan mengurangi rasa ketakutan masyarakat datang lagi ke bioskop.

Menurut Joko Anwar, vaksin adalah satu-satunya jawaban agar industri perfilman bisa kembali bergairah seperti sebelumnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X