Lagu Indonesia Raya Diparodikan, Anang Hermansyah: Aku Enggak Terima!

Kompas.com - 28/12/2020, 16:09 WIB
Anang Hermansyah saat ditemui usai babak Spektakuler Show Top 4 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/2/2020). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAAnang Hermansyah saat ditemui usai babak Spektakuler Show Top 4 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Musisi Anang Hermansyah turut bersuara terkait lagu " Indonesia Raya" yang diparodikan oleh akun YouTube My Asean.

Menurut Anang Hermansyah, parodi tersebut adalah persoalan besar karena telah merubah lirik dan mengganti simbol negara Indonesia.

"Iya (paling parah), membawa simbol negara. Ini pasti mengusik Warga Negara Indonesia," kata Anang Hermansyah saat dihubungi wartawan, Senin (28/12/2020).

"Terus terang, aku enggak terima! Semua rakyat Indonesia enggak akan suka, enggak akan ada yang mau terima kenyataan itu, pasti tidak terima," ucap Anang lagi.

Dengan permasalahan ini, mantan anggota DPR RI itu mengingatkan pemerintah Malaysia agar cepat mencari siapa oknum di balik kanal YouTube My Asean tersebut.

Pasalnya, ada dugaan akun YouTube tersebut milik warga negara Malaysia karena menggunakan bahasa Melayu dan bendera Malaysia.

Baca juga: Lagu Indonesia Raya Diparodikan, Lutfi Agizal Laporkan ke Polisi

Kata Anang Hermansyah, apabila dibiarkan maka permasalahan ini akan berlarut dan memicu persoalan yang lain.

"Kalau begitu terjadi (berlarut-larut), ditakutkan gelombang masalah media sosial ini akan menjadi snowball," kata Anang Hermansyah.

Diketahui, beredar di YouTube sebuah video parodi lagu "Indonesia Raya" dengan liriknya diganti dengan kata yang dianggap tidak sopan.

Video itu tidak saja memuat lagu kebangsaan Indonesia yang telah diubah total liriknya, tetapi juga mengganti lambang negara burung Garuda dengan ayam jago berlambang Pancasila, dilatarbelakangi bendera Merah Putih.

Baca juga: Lagu Indonesia Raya Diparodikan, Lutfi Agizal Laporkan ke Polisi

Video yang diunggah oleh akun dengan logo bendera Malaysia itu diketahui telah beredar sejak dua minggu lalu.

Namun, berdasarkan penelusuran Kompas.com, video yang dimaksud sudah tidak ditemukan di kanal YouTube My Asean pada Senin (28/12/2020).

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta melalui akun Facebook-nya mengatakan, “pihak berwenang Malaysia sedang menyelidiki masalah ini.”

Kemudian, menegaskan bakal mengambil langkah tegas berdasarkan hukum yang berlaku jika benar ada warga negara Malaysia yang terlibat.

Baca juga: Viral Video Parodi Lagu Indonesia Raya, KBRI Serahkan Invetigasi ke Polisi Malaysia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X