Kompas.com - 22/12/2020, 16:18 WIB
Ari Lasso dan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis membahas soal peraturan penyiaran di Indonesia YouTube Ari Lasso TVAri Lasso dan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis membahas soal peraturan penyiaran di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Ari Lasso berbincang mengenai peraturan penyiaran di Indonesia dengan Komisioner Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre Darwis.

Ari Lasso mempertanyakan soal sensor atau pengaburan gambar (blur) di acara televisi yang kerap membuat heboh dan disebut berlebihan oleh banyak orang.

Sebagai komisioner, Yuliandre Darwis menuturkan bahwa pihaknya mengatur segmen dalam setiap program di televisi dengan kode penggolongan siaran, seperti BO (Bimbingan Orangtua), R-BO (Remaja dengan Bimbingan Orangtua), SU (Semua Umur).

Baca juga: Ari Lasso Pertanyakan Surat Teguran KPI, Ketua KPI: Kasih Tahu Tanda Sayang Publik

"Harapannya supaya kreativitas tumbuh dan ada segmentasinya. Kembali ke konteks konten, konten itu jelek kan kalau dibatasi, tetapi minimal orang sebelum produksi mikir itu untuk segmen siapa," kata Yuliandre Darwis, dikutip dari kanal YouTube Ari Lasso TV, Selasa (22/12/2020).

"KPI itu Mas Ari, enggak pernah nge-blur loh, kami capek juga pantau. Itu sensor dari televisi," ujar Yuliandre Darwis lagi.

Ari Lasso lantas menyinggung bahwa kesalahan awal ada di KPI.

Baca juga: Ari Lasso Unggah Foto Reunian Indonesian Idol, Ada BCL dan Daniel Mananta

Sebab, jika pihak televisi tidak menyunting (sensor), akan mendapat sanksi dari KPI.

"Ada editor yang beranggapan, 'kayaknya gue daripada kena KPI, ini dada patung gue blur deh. Karena ada larangan eksploitasi'. Sempat viral itu gue dibully habis kan," kata Yuliandre Darwis.

Yuliandre berujar hal tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman dalam penyampaian pesan.

Baca juga: Usia Sampai Kebiasaan Raffi Ahmad Bikin Ari Lasso Terkejut

"Kami tuh enggak sesadis itu Mas Ari. Makanya gue bilang, apa sih salah KPI sampai kita disalahi sensor," tuturnya.

Yuliandre menuturkan bahwa dia juga sering mengimbau pihak televisi untuk tidak sering melakukan blur atau pengaburan gambar.

"Saya juga imbau kadang teman TV, jangan nakal juga ngapain pakai nge-blur. Gue ingat itu atlet renang diwawancara karena jam sore dari leher sampai kaki diblur, gue dibully kan," tuturnya.

Baca juga: Ari Lasso Harapkan Para Peserta Indonesian Idol Bisa Taklukan Hati Penonton

Yuliandre kemudian menjelaskan bahwa KPI bekerja sesuai dengan pasal yang tertera dalam Pedoman Perilamu Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).

"Ada peraturan KPI, dilarang mengeksploitasi, maaf nih, ada payudara perempuan lu zoom lama banget, itu yang maksudnya dikoreksi," tutur Yuliandre.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X