Darren Aronofsky Berbagi Tips Bertahan Jadi Sutradara Film Non-Blockbuster

Kompas.com - 25/11/2020, 14:36 WIB
Sutradara Darren Aronofsky menghadiri Film Society Of Lincoln Centers 50th Anniversary Gala di Lincoln Center di New York City, pada 29 April 2019. Jamie McCarthy/Getty Images/AFPSutradara Darren Aronofsky menghadiri Film Society Of Lincoln Centers 50th Anniversary Gala di Lincoln Center di New York City, pada 29 April 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengawali karier dari film Pi di tahun 1998, Darren Aronofsky selalu dikenal sebagai seorang sutradara film festival.

Darren Aronofsky tak pernah menjadi seorang sutradara yang bermain aman di jalur film-film blockbuster.

Dalam perbincangan di acara Mola TV, Darren Aronofsky membagikan tips bagaimana ia selalu bisa bertahan di zona di mana filmnya lebih mengedepankan sisi karya dibanding komersial.

Baca juga: Darren Aronofsky Akui Tak Mudah Merealisasikan Film Black Swan

"Seperti yang Anda tahu, ini bukan hal yang mudah dilakukan dan untuk bisa mendapatkan hasil bagus Anda harus terus-menerus bertemu orang yang menolak Anda dan berkata tidak," kata Darren Aronofsky.

Aronofsky meyakini penolakan demi penolakan merupakan rahasia utama di balik kariernya selama ini.

"Banyak orang yang berkata tidak karena tidak ada uang, tidak karena tidak ada waktu, tidak karena segala sesuatunya bisa gagal," kata Aronofsky.

Baca juga: Darren Aronofsky Berbagi Cerita di Episode Terbaru Mola Living Live

"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa memperjuangkannya jika aku tidak percaya bahwa di dalam lubuk hati terdalam aku mencoba membuat sesuatu yang menginspirasi," lanjutnya.

Sutradara film Black Swan ini tak menampik jika pertengkaran dengan para produser sudah bukan hal baru di dalam kehidupannya.

Ketegangan-ketegangan itu biasa muncul di saat pitching dan menentukan arah pembuatan film.

Baca juga: Sutradara Film Black Swan, Darren Aronofsky Siap Berbagi Pengalaman di Mola Living Live

"Kita sudah biasa bersitegang namun pada akhirnya kita tetap melihat angka, sedikit mengalah, dan lebih memprioritaskan materi yang akan diangkat," ucapnya.

Sebelum masuk ke dunia film, Aronofsky sempat mendalami ilmu antropologi di Universitas Harvard.

Melalui karya-karyanya, Aronofsky mencoba membahas isu kesehatan mental hingga isu lingkungan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X