Kompas.com - 11/11/2020, 09:54 WIB
Melody selaku General Manejer JKT48. (Dokumentasi JKT48). KOMPAS.com/Dok. JKT48 Melody selaku General Manejer JKT48. (Dokumentasi JKT48).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup idola asal Indonesia, JKT48 memberikan pernyataan yang mengejutkan lewat General Manajer, Melody Nurramdhani Laksani pada Selasa (10/11/2020) di YouTube JKT48.

Dalam pernyataan itu, Melody menjelaskan mengenai kondisi JKT48 yang terimbas pandemi virus corona atau Covid-19.

Kompas.com telah merangkum beberapa pernyataan Melody sebagai berikut.

Baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, JKT48 Kurangi Member dan Staf

1. Beberapa program terhenti sejak akhir Maret

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Melody mengatakan JKT48 sedang berjuang.

"Pada hari ini ada sebuah pengumuman penting mengenai JKT48 yang harus disampaikan. Oleh karena efek pandemi Covid-19 di Indonesia, kegiatan JKT48 jadi sangat sulit dijalankan sejak akhir bulan Maret," kata Melody dikutip Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

"Pertunjukan teater dihentikan, hand shake event dibatalkan dan banyak lagi hal yang membuat kegiatan JKT48 sangat terbatas," ujar Melody lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Imbas Pandemi Covid-19, JKT48 Hampir Bubar?

2. Kurangi member dan staf

Untuk mengatasi kerugian akibat pandemi Covid-19, manajemen JKT48 mengambil langkah berani.

“Setelah berdiskusi terus menerus, hanya ada satu cara JKT48 bisa bertahan. Cara itu adalah pengurangan jumlah member dan staf JKT48. Agar grup ini tidak bubar, hanya itu satu-satu cara," tutur Melody.

Melody mengatakan ada sebuah perubahan besar dalam JKT48.

Baca juga: Dua Personel JKT48 Terkonfirmasi Positif Covid-19

"Kami memutuskan untuk melakukan perubahan skala besar atau restrukturisasi dalam grup ini," tambah Melody.

3. Nyaris bubar

Melody tak menampik akibat kerugian demi kerugian yang dialami, JKT48 nyaris bubar.

"Faktanya secara bisnis, grup ini mengalami kerugian yang sangat menyakitkan. Sehingga kami ada di posisi sangat sulit untuk terus beroperasi," kata Melody.

Baca juga: Positif Covid-19, Febriola Sinambela JKT48 Jalani Isolasi Mandiri

Kendati demikian, diskusi-diskusi terus berlangsung untuk mempertahankan grup yang telah berdiri sejak 2011 itu.

"Beberapa bulan terakhir tim manajemen dan stakeholder terus berdiskusi. Apakah sudah benar-benar tidak ada cara lain untuk JKT48 selain untuk bubar? Apakah JKT48 yang telah bertahan selama 9 tahun harus berhenti sampai di sini?" ucap Melody.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X