Kelly Tandiono Soroti Fasilitas Bersepeda di Jalanan Dalam Kota

Kompas.com - 30/10/2020, 22:07 WIB
Kelly Tandiono berpose saat media visit promo film Susi Susanti di Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKelly Tandiono berpose saat media visit promo film Susi Susanti di Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Model dan aktris Kelly Tandiono merupakan salah satu figur publik yang menekuni olahraga sepeda sejak 2014.

Dalam siaran live Instagram di akun @kompascom, Kelly membagikan pendapatnya mengenai fasilitas untuk para peseda di dalam kota.

Baca juga: Profil Kelly Tandiono, dari Modeling hingga Rambah Dunia Akting

"Fasilitas sepeda memang kurang sih apalagi kalau lagi di area dalam kota. Kita memang ada jalur sepeda di sebelah kiri, tapi itu kan kecil banget ya. Jadi gimana kalau kita kerumunan, apalagi di tengah pandemi seperti ini," ucap Kelly Tandiono, Jumat (30/10/2020).

Ia juga menyoroti traffic cone yang sering dipakai untuk membatasi jalur kendaraan bermotor dengan jalur pesepeda.

"Di mana cone itu kadang jatuh dan banyak sekali kecelakaan teman-teman yang bersepeda karena cone itu. Jadi pembatasnya harusnya jangan dipakaikan cone seperti itu sih, menurut aku itu sangat bahaya," ujar Kelly.

Baca juga: Joko Anwar Manjakan Kelly Tandiono di Film Gundala

Kelly berharap ke depannya jalur sepeda bisa dipetakan dengan baik, walaupun memang sulit dibandingkan dengan negara lain. Ia membagikan pengalaman misalnya saat mengayuh sepeda di Singapura.

"Jalur sepedanya oke banget, maksudnya udah ada jalannya dan juga semua titik poin itu ada sambungannya untuk pesepeda. Misalnya kita taman Marina Bay Sands, rute sepedanya nanti nyambung ke titik distrik yang lain. Sangat aman untuk pesepeda," ceritanya.

Meski begitu ia tetap bersyukur dengan fasilitas untuk pesepeda yang sudah ada sekarang.

Baca juga: Kelly Tandiono Turut Berbahagia atas Kehamilan Paula Verhoeven

Terlebih, banyaknya jumlah warga di Tanah Air juga menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan untuk bisa berbagi jalur satu sama lain.

"Maksudnya bukan hanya untuk pesepeda, atau motor atau mobil atau orang jalan kan kita harus berbagi semua jalannya gitu kan," tandasnya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X