Dian Sastro: Unyil Itu Dulu Indonesian Dream

Kompas.com - 26/10/2020, 15:01 WIB
Pemeran tokoh Kartini, Dian Sastrowardoyo saat wawancara eksklusif Kompas.com seputar film Kartini di Jakarta, Jumat (7/4/2017). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo mengisahkan perjuangan RA Kartini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2017. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPemeran tokoh Kartini, Dian Sastrowardoyo saat wawancara eksklusif Kompas.com seputar film Kartini di Jakarta, Jumat (7/4/2017). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo mengisahkan perjuangan RA Kartini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2017. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Dian Sastro membicarakan tentang konsep kebanggaan menjadi orang Indonesia dengan mantan Menteri Ekonomi, Gita Wirjawan.

Menurut Dian, Indonesia membutuhkan sosok baru yang membuat semua warganya bangga menjadi orang Indonesia.

Konsep "Indonesian Dream" tersebut terakhir kali dilihatnya dari sosok tontonan Si Unyil.

Baca juga: Dian Sastro Tak Menyangka Film Guru-Guru Gokil Bisa Go International

"Unyil tuh dulu Indonesian Dream. Bapaknya  ngeronda setiap malam sama Pak Ogah, that's Indonesian Dream. Memang very down to earth community yang everybody helps each others," kata Dian seperti dikutip Kompas.com dari video di kanal YouTube Gita Wirjawan, Senin (26/10/2020).

Kehidupan Si Unyil digambarkan benar-benar mewakili kehidupan orang-orang Indonesia pada umumnya.

Oleh sebab itu, Dian Sastro menganggap Indonesia membutuhkan sosok baru seperti serial Si Unyil yang bisa membuat masyarakat menjadi bangga menjadi orang Indonesia.

Baca juga: Gara-gara Bintang Jatuh, Dian Sastro Tercebur Jadi Aktris

"Orang Indonesia tuh kayak gitu, saling ngurusin, saling kepo, tapi it works that way. Enggak selalu harus diartikan negatif tapi Indonesia seharusnya punya konsep gitu lagi sih yang make them feel good being Indonesian and proudly say, 'gue orang Indonesia'," paparnya.

Dian Sastro dan Gita Wirjawan setuju bahwa kurangnya rasa kebanggaan terhadap negeri sendiri menjadi alasan Indonesia tertinggal dari negara-negara lain Asia lain.

"It shouldn't a real person, it should be also a freaking Unyil to make believe ada sosok gitu," ucap Dian.

Baca juga: Dian Sastro Kenang Kali Pertama Syuting Film, Dibayar Rp 500.000

Alasan tersebut yang semakin membuat Dian Sastro bersemangat untuk menjadi filmmaker.

Dengan membuat cerita-cerita atau sosok-sosok menarik dari balik layar, Dian Sastro percaya bisa menyebarkan kembali kebanggan masyarakat untuk menjadi Indonesia.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X