Alasan CGV Belum Tayangkan Film Indonesia di Jakarta

Kompas.com - 22/10/2020, 11:54 WIB
Petugas saat membersihkan salah satu ruangan di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020). CGV Indonesia kembali mengoperasikan bioskopnya di Jakarta mulai Rabu (21/10/2020) hari ini dengan menampung kapasitas di dalam bioskop maksimal 25 persen. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas saat membersihkan salah satu ruangan di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020). CGV Indonesia kembali mengoperasikan bioskopnya di Jakarta mulai Rabu (21/10/2020) hari ini dengan menampung kapasitas di dalam bioskop maksimal 25 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Public Relation Bioskop CGV Hariman Chalid menjelaskan alasan belum ada film Indonesia yang tayang di jaringan CGV di Jakarta.

Hariman berujar, semua kebijakan terkait penayangan film kembali lagi ke produser atau rumah produksi masing-masing.

"Kami enggak tahu, kan ya hak mereka, mau menayangkan ke teater atau mereka mau menayangkan ke OTT, itukan mereka yang mempunyai filmnya, mereka berhak memperlakukan apa pun dengan filmnya," kata Hariman kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: CGV di Jakarta Kembali Beroperasi, Terapkan Protokol Kesehatan dan Daftar Film yang Menghiasinya

Hariman menegaskan, CGV hanya sebagai wadah penayangan film, baik sinema Indonesia maupun luar negeri.

Dia mengakui, jumlah film Indonesia saat ini sangat terbatas.

Namun, terbatasnya film ini juga berlaku di luar negeri karena dampak wabah virus corona. 

"Film-film box office dari luar negeri pun sangat terbatas jumlahnya dan mereka mengundurkan filmnya, mengundurkan jadwal tayang filmnya ke 2021," kata Hariman.

Baca juga: Bukan Jakarta, Ini Alasan CGV Gelar Korean Indonesian Film Festival 2020 di Bandung

Walau begitu, Hariman mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus membangun komunikasi dengan rumah produksi dan produser film terkait penayangan film Indonesia.

Di sisi lain, Hariman menuturkan salah satu tujuan membuka kembali bioskopnya meskipun dengan kapasitas 25 persen, yakni mendorong produser atau rumah produksi kembali memproduksi karyanya masing-masing.

Dengan adanya aktivitas produksi film di suatu daerah tertentu, Hariman menyebut itu bisa mengangkat kembali ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Korean Indonesian Film Festival 2020 Digelar di CGV Bandung dan Online

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X