Pindah ke Australia, Keluarga Chef Arnold Pernah Jadi Imigran Gelap?

Kompas.com - 19/10/2020, 17:52 WIB
Chef Arnold Poernomo menjadi tamu podcast Deddy Corbuzier. YouTube Deddy CorbuzierChef Arnold Poernomo menjadi tamu podcast Deddy Corbuzier.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Chef Arnold Poernomo ternyata termasuk yang terdampak krisis moneter yang terjadi pada 1998.

Kala itu restoran milik ayahnya bangkrut. Keluarga itu pun memutuskan pindah ke Australia.

"My family were bankrupt, kita actually were bankrupt, actually 99-98 kita pindah ke Australia," ucap chef asal Surabaya itu, di podcast Deddy Corbuzier, dikutip Senin (19/10/2020).

Baca juga: Chef Arnold Pernah Dibully Ketika Sekolah di Australia, Makanan Sampai Dibuang

Arnold menuturkan tantenya yang bersekolah di Australia membelikan tiket untuk keluarganya.

Ketika itu sang tante berharap mereka beristirahat sejenak di Australia, mengingat kondisi Indonesia saat itu yang sedang tidak kondusif juga karena kerusuhan 1998.

Walaupun kondisi di Surabaya tidak separah di Jakarta, restoran milik ayah Arnold ikut terdampak.

Baca juga: Tak Pernah Sekolah Masak, Chef Arnold Awalnya Enggan Dipanggil Chef

Setelah berada di Australia, ayah Chef Arnold yang menggunakan visa turis tidak mau pulang lagi ke Indonesia.

"Imigran gelap?" tanya Deddy kemudian.

"Karena ada paperwork yang salah, dan lain-lain, jadi (imigran) gelap, ditipu orang," jelas Arnold.

Baca juga: Chef Arnold Perkenalkan Boneka RJ Jin BTS ke Deddy Corbuzier

Dibutuhkan waktu delapan tahun sampai mereka mendapat izin tinggal di negara tersebut.

"Jadi delapan tahun we fight for it dan lain-lain," kenang juri MasterChef Indonesia ini.

Bisa dibilang, keluarga Poernomo cukup sukses di Australia. Mereka menjadi pemilik salah satu restoran dessert termahal di Australia.

Baca juga: Reaksi Kocak Chef Juna dan Chef Arnold saat Ada Mantan Anggota JKT 48 di MasterChef Indonesia

"We becoming, let say," kata Arnold ragu meneruskan, dan lebih memilih kata yang tepat sebagai salah satu restoran dessert yang lebih mahal karena semua dibuat dengan handmade.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X