Kompas.com - 16/10/2020, 09:50 WIB
Ernest Prakasa sutradara film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019). KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHErnest Prakasa sutradara film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sineas Ernest Prakasa mengatakan pembukaan bioskop yang kurang ideal tidak miliki pengaruh besar terhadap insan perfilman yang terdampak pandemi Covid-19.

Ernest Prakasa menilai dibukanya bioskop dengan kapasitas 25 persen akan membuat pembuat film belum berani merilis karya-karya mereka.

"Buka atau enggaknya bioskop menjadi penting sekali kalau bukannya ideal, kalau bukanya dalam kondisi yang tidak ideal yang menurut gue sih enggak terlalu pengaruh banyak ya," kata Ernest saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/10/2010).

"Karena dengan adanya kapasitas terbatas seperti sekarang, tentunya film-film juga banyak yang ditahan," sambungnya.

Baca juga: Bioskop Dibuka 25 Persen, Ernest Prakasa: Gue Rasa PH Bakal Tahan Perilisan Film

Saat ini, sebagian para pegiat film memilih untuk memproduksi serial yang ditayangkan di platform streaming.

Ernest Prakasa sendiri tahun ini memutuskan untuk tidak memproduksi film seperti yang dia lakukan lima tahun sebelumnya secara berturut-turut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, pria yang mengawali karier dari dunia Stand Up Comedy itu sedang sibuk memproduseri serial Imperfect, perpanjangan cerita dari film yang tayang Desember 2019 lalu.

"Jadi enggak terlalu bisa seperti sedia kala, sekarang yang lebih banyak jadi pilihan kan series untuk platform streaming," tutur sutradara sekaligus pemain film Cek Toko Sebelah itu.

"Gue juga sekarang lagi ngerjain Imperfect series, menjadi penyambung nyawa lah buat teman-teman kru," ujar Ernest lagi.

Baca juga: Kata Ernest Prakasa soal Bioskop Dibuka 25 Persen Saat PSBB Jilid 2

Meski demikian, Ernest tetap percaya dengan kekuatan bioskop dan berharap bioskop-bioskop bisa kembali bangkit.

"Tapi kalau dibilang butuh ya pasti butuh. Kami sangat berharap ada bioskop, enggak pengen juga landscape industrinya tiba-tiba berubah bioskop mati terus semua jadi ke streaming," kata Ernest Prakasa.

"Buat kita juga itu enggak ideal karena kita percaya banget sama kekuatannya bioskop. Kalau nonton di bioskop sama nonton di handphone tuh pasti beda," ujar Ernest Prakasa menambahkan.

Baca juga: Ernest Prakasa Sebut Risiko Penularan Virus Corona di Bioskop Lebih Rendah daripada Restoran


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X