Ernest Prakasa Sebut Risiko Penularan Virus Corona di Bioskop Lebih Rendah daripada Restoran

Kompas.com - 15/10/2020, 18:23 WIB
Ernest Prakasa di Menara Kompas Dok. Kompas.com Ernest Prakasa di Menara Kompas

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika dan sineas Ernest Prakasa menilai, risiko penularan virus corona di bioskop lebih rendah dibandingkan restoran dengan pelanggan yang diizinkan makan di lokasi.

Hal itu dikatakan Ernest ketika diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2010).

"Kalau di bioskop tidak makan dan minum dan harus pakai masker menurut gua risiko penyebarannya lebih rendah dibandingkan restoran," kata Ernest Prakasa.

"Kan kita sudah sepakat bahwa masker itu efektif untuk pencegahan, kalau misalnya bioskop dibuka tapi di dalam tidak boleh makan minum, artinya masker harus tetap digunakan menurut gue itu risikonya malah lebih rendah dibandingkan restoran yang sudah boleh dine in," sambungnya.

Pernyataan itu merupakan bagian dari tanggapan Ernest berkait keputusan Pemprov DKI Jakarta yang memperbolehkan bioskop beroperasi dengan 25 persen dari kapasitas normal. 

Baca juga: Ernest Prakasa: Pemerintah Harus Lindungi Pekerja, karena...

Meski merasa keputusan itu belum ideal bagi pembuat film, tetapi Ernest juga berempati kepada para staf dan pengusaha bioskop.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi di satu sisi memang serba salah sih karena gini, bioskop juga butuh pemasukan. Sementara, film juga untuk dirilis dengan kondisi sekarang ini pasti pemilik filmnya juga enggak mau," tutur sutradara film Imperfect itu.

Menurut Ernest, bisa jadi keputusan itu menjadi pertimbangan yang baik untuk bioskop.

"Jadi kalau menurut gue memang untuk sekarang mungkin belum 100 persen ideal untuk dibuka, cuma ini kan ada hitung-hitungannya nih," tutur Ernest.

"Gue enggak tahu hitungannya, jangan-jangan memang buat mereka, mending nih (bioskop dibuka) 25 persen daripada sama sekali enggak dibuka mungkin ya," tambah suami penulis Meira Anastasia itu.  

Baca juga: Bahas Omnibus Law, Ernest Prakasa Singgung soal Ketidakadilan

Adapun, dalam beberapa hari terakhir masyarakat ramai membicarakan wacana dibukanya kembali bioskop di DKI Jakarta dengan catatan jumlah penonton hanya 25 persen dari kapasitas normal. 

Namun, ini wacana ini masih mengundang pertanyaan dari pemangku kepentingan berkait skala bisnis, penerapan protokol kesehatan, dan lainnya. 

Sementara itu, di beberapa daerah sudah ada sebagian bioskop yang dibuka meski masih dalam jumlah terbatas.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X