Pasha Ungu Sebut Hasil Tes Urine Adiknya Positif Konsumsi Narkoba

Kompas.com - 13/10/2020, 12:48 WIB
Pasha Ungu dalam album Di Atas Langit. (Dokumentasi Trinity Optima Production). Dok Trinity Optima ProductionPasha Ungu dalam album Di Atas Langit. (Dokumentasi Trinity Optima Production).

JAKARTA, KOMPAS.com - Plt Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu menyebut hasil tes urine adiknya, Helmi Said, positif mengonsumsi narkoba.

Pasha mengetahui hal ini lantaran mendengar konferensi pers yang digelar penegak hukum beberapa hari lalu.

Baca juga: Adik Ditangkap BNN, Pasha Ungu: Kami Tidak Akan Intervensi

"Kalau kita mendengar dari hasil prescon sih hasil tes urinenya positif," sebut Pasha saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020).

Walau begitu, Pasha tetap menunggu hadil dari pemeriksaan penyidik terhadap Helmi.

Dia tidak ingin berspekulasi atas penangkapan Helmi terkasis kasus dugaan narkoba.

Baca juga: Kelakar Pasha Ungu ke Andre Taulany yang Pernah Gagal di Pilkada

"Adik saya ada di dalam situ, saya enggak tahu apakah di dalam situ adik saya sedang menggunakan narkoba atau memang hanya kebetulan ada di tempat itu," ucap Pasha.

Vokalis grup band Ungu itu menganggap penangkapan Helmi ini merupakan ujian bagi keluarga besarnya.

Dia tidak menyangka Helmi bisa ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah terkait kasus tersebut.

Baca juga: Kelakar Pasha Ungu ke Andre Taulany yang Pernah Gagal di Pilkada

Sebab, kata Pasha, Helmi dalam keseharian hidup dengan berolahraga, tidak merokok dan menjalani aktivitasnya dengan keluarga.

"Tetapi kami yakin, insya Allah persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa mengesampingkan norma hukum yang ada," kata Pasha.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah menangkap Helmi Said pada Senin (5/10/2020).

Baca juga: Jadi Anak Band dan Wakil Wali Kota, Pasha Ungu Rasakan Kesamaan

Tidak sendiri, Helmi ditangkap bersama dua temannya yang lain di Kecamatan Tetangga, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Sulawesi Tengah AKBP Baharuddin mengatakan, Helmi diduga terlibat dalam jaringan narkoba di Sulawesi Tengah.

Terkait kasus yang menjerat Helmi, BNN juga masih memburu tiga orang lain berinisial S, D, dan R. Mereka melarikan diri saat hendak ditangkap.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X