Kompas.com - 12/10/2020, 18:46 WIB
Syakir Daulay saat dijumpai dalam peluncuram single terbarunya berjudul Fa Lakal Hamdu di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019). Kompas.com/Ira GitaSyakir Daulay saat dijumpai dalam peluncuram single terbarunya berjudul Fa Lakal Hamdu di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus dugaan wanprestasi Syakir Daulay yang menguggat label musik Pro Aktif kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Agenda sidang perdata kali ini, yakni mediasi antara Syakir Daulay dengan Pro Aktif.

Kuasa hukum Syakir Daulay, Meika Arista mengatakan, hasil mediasinya dengan Pro Aktif tak menemukan kesepakatan. 

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Dugaan Wanprestasi Syakir Daulay, Mediasi di Luar Sidang

"Hasil mediasinya adalah tidak ada kesepakatan di antara kami berdua, baik itu dari pihak tergugat dan penggugat," kata Meika di PN Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020).

Meika berujar, mediasi tidak terwujud lantaran pihaknya meminta akun YouTube Syakir untuk dikembalikan.

Selain itu, Meika dan Syakir tetap teguh terhadap isi gugatan yang dilayangkan kepada Pro Aktif. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Syakir Daulay Berharap Perseteruannya dengan Pro Aktif Cepat Selesai

"Intinya sesuai dengan prinsip kami dalam gugatan, kami minta untuk pembatalan perjanjian (kerja sama). Kemudian ada permasalahan terkait perwakilan dalam perjanjian itu juga, kami minta untuk kembali akun YouTube-nya," kata Meika.

Dengan penolakannya ini, Meika dan Syakir tidak takut untuk membuktikan gugatannya di meja hijau.

Diberitakan sebelumnya, Syakir Daulay  menggugat Agi Sugiyanto dari pihak Pro Aktif ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kasus dugaan wanprestasi pada 9 Juli 2020.

Baca juga: Berkasus dengan Syakir Daulay, Pro Aktif Alami Banyak Kerugian

Selain itu, Syajir juga gugat perusahaan penyedia layanan Google, yakni YouTube Indonesia. 

Dalam gugatannya, Syakir menuntut ganti rugi sebesar Rp 100 miliar.

Tidak terima, Pro Aktif juga menggugat Syakir Daulay ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas kasus dugaan wanprestasi. 

Dalam tuntutannya, Pro Aktif meminta ganti rugi sebesar Rp 500 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.