Arie Kriting Tanya soal Kondisi Ekonomi Indonesia kepada Sri Mulyani

Kompas.com - 25/09/2020, 18:47 WIB
Arie Kriting ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGArie Kriting ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komedian Arie Kriting berpartisipasi sebagai panelis dalam acara ROSI di Kompas TV.

Arie Kriting menyampaikan pertanyaannya seputar kondisi ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Ibu Sri Mulyani, sekarang ini kan kondisi pandemi seperti ini pastilah memukul juga perekonomian kita dan bisanya kalau lagi kondisi begini mungkin penyakit-penyakit ekonomi kita itu malah jadi semakin terlihat. Kelemahan ekonomi kita itu sebenarnya di sektor apa?" kata Arie Kriting, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Ketika Arie Kriting Bercita-cita seperti BJ Habibie

"Kemudian saya berpikir kayaknya kita ini kan negaranya terlalu luas dari Sabang sampai Merauke dan bentuknya juga kepulauan apakah memang sistem keuangan yang ada sekarang itu sudah ideal atau sebenarnya kita harus bisa menyesuaikan dengan daerah-daerah yang lain," imbuhnya.

Setelahnya, Arie Kriting berseloroh  ia dan anak-anak dari timur Indonesia punya kemampuan menjadi penagih bagi sejumlah pihak yang masih punya utang dengan Indonesia.

Pertanyaan Arie Kriting kemudian dijawab Sri Mulyani.

"Pertama, dengan Covid-19 ini banyak masalah ekonomi terekspos, memang betul Ari. Itu yang sebetulnya selama ini kami komunikasikan," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Tompi Pertanyakan Alasan Penunjukan Menko Luhut Tangani Covid-19

Sri Mulyani menyebutnya debagai efek domino, berawal dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial, ekonomi, dan keuangan.

Terlebih sekarang semakin meluas di masyarakat yang hilang pekerjaan.

Maka itu, Sri Mulyani mengatakan pemerintah memperluas penyebaran bantuan sosial.

Sementara untuk masalah tagih utang, Sri Mulyani mengatakan biasanya lewat kementerian Keuangan karena ada lembaga untuk penagihan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X