Tompi Pertanyakan Alasan Penunjukan Menko Luhut Tangani Covid-19

Kompas.com - 25/09/2020, 16:30 WIB
Penyanyi yang juga dokter bedah plastik Tompi saat berbincang dengan wartawan di klinik miliknya Beyoutiful Aesthetic Clinic di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi yang juga dokter bedah plastik Tompi saat berbincang dengan wartawan di klinik miliknya Beyoutiful Aesthetic Clinic di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Tompi menjadi salah satu panelis dalam acara ROSI edisi spesial di Kompas TV.

Panelis diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait Covid-19 kepada empat menteri yang turut bergabung.

Baca juga: Kritik Tompi terhadap Perfilman Indonesia, Soroti Kurangnya Riset

Tompi yang juga berprofesi sebagai dokter awalnya mengaku merasa gusar.

"Saya ada sesuatu yang sangat mengganjal sih pak, tentang bagaimana negara ini mengkoordinir penanganan Covid-19," kata Tompi dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat (25/9/2020).

Tompi mempertanyakan alasan di balik penunjukkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai koordinator penanganan Covid-19 di sembilan provinsi di Indonesia.

Baca juga: Kritik Film Habibie, Tompi: Nanti Gempi Pikir Habibie Mukanya kayak Reza Rahadian

"Dari sekian banyak orang hebat, cerdas, pintar, tegas yang kita punya. Dengan segala hormat saya ya, kenapa penunjukkan koordinasi akhirnya dijatuhkan kepada Pak Luhut lagi?" tanya Tompi.

"Padahal kita tahu beliau sudah punya tanggung jawab yang cukup besar di bidang yang lain dan bidang kesehatan bukan teritorinya beliau," imbuhnya.

Pria asal Lhokseumawe, Aceh itu melanjutkan pemikirannya terhadap pandemi yang sudah sekitar enam bulan meliputi Tanah Air.

Baca juga: Tompi Bicara Keinginan Terjun ke Politik dan Alasan Mundur dari Pilkada

"Kita punya Menkes yang seharusnya jadi ujung tombak. Jadi kalau perkaranya cuma masalah tegas-tegasan, Pak Menkes kita juga dari Angkatan Darat gitu, harusnya bukan orang yang tidak tegas. Kami butuh penjelasan yang lebih masuk akal, kenapa sih harus Pak Luhut, apakah tidak ada orang lain di negara ini?" sambung Tompi.

Pertanyaan Tompi lalu dijawab oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Baca juga: Sistem Royalti Perfilman Disoroti Tompi, Roy Marten: Saya Teriak dari Dulu

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X