Film Everyday is A Lullaby Bakal Tayang di Busan Internasional Film Festival 2020

Kompas.com - 17/09/2020, 19:08 WIB
Poster film Everyday is A Lullaby The PublicistPoster film Everyday is A Lullaby


JAKARTA, KOMPAS.com - Film Indonesia berjudul Everyday is A Lullaby lolos ke ajang bergengsi Busan Internasional Film Festival (BIFF) 2020.

Everyday is A Lullaby berkisah tentang seorang penulis yang sekarat dan mencoba menulis karyanya.

Ia lalu menyadari bahwa ia telah mati dan hidup di dalam ceritanya.

Baca juga: Film Pendek Tak Ada Yang Gila di Kota Ini Masuk Busan International Film Festival 2019


Naskah skenarionya ditulis oleh Ilya Sigma, diproduseri oleh John Badalu, dan sutradanya ialah Putrama Tuta.

Pemerannya adalah Anjasmara Prasetya (Den Rektra), Fahrani Pawaka Empel (Marissa), dan Raihaanun (Shakuntala). Film ini juga didukung oleh Aghi Narottama, Wulan Guritno, dan Almarhum Deddy Sutomo.

John Badalu mengatakan mengikuti proses seleksi BIFF 2020 terasa cukup ketat karena kuota film yang bisa diputar berkurang setengah dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Film tentang Pembelot Korea Utara Akan Buka Busan International Film Festival 2018

"Kompetisinya lumayan ketat, jadi kita juga ketar-ketir untuk kira-kira masuk enggak ya. Karena kita juga submit-nya itu hampir di menit-menit terakhir hari terakhir. Tapi, responsnya lumayan cepat dibalas pihak BIFF, paling dua minggu," jelas John Badalu, dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020).

Menurut Tuta, film bergenre drama dengan pendekatan psikologis ini menampilkan hubungan manusia dengan dirinya sendiri dalam melawan rasa takut.

Karakter tokohnya menggunakan imajinasi tanpa batas, mendobrak ruang dan waktu demi mencari jalan pulang yang terbaik.

Baca juga: Penayangan Film Dokumenter Sulli Dihentikan Setelah Tuai Kontroversi

Film ini sebenarnya diproduksi sejak tahun 2016 dan baru dirilis tahun 2020 ini.

Everyday is A Lullaby juga tidak akan dirilis secara komersial di bioskop.

"Karena ini film Indie, film idealis kami, jadi kami juga berpikir 'Oke jalannya mungkin tidak sampai segitu besar'. Jadi kita memang mau mencoba pasar yang lebih kecil aja," tutur John Badalu.

Busan Internasional Film Festival tahun akan berlangsung pada 7 hingga 16 Oktober 2020, di Busan, Korea Selatan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X