Yoshi Sudarso Ceritakan Pertemuan Pertama dengan Istri

Kompas.com - 26/08/2020, 21:24 WIB
Artis pemeran Yoshi Sudarso berpose dicsela wawancara promo film Buffalo Boys di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Senin (9/07/2018). Film drama yang menggabungkan sejarah Indonesia dan klasik western produksi Infinite Studios dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films akan tayang pada 19 Juli 2018 mendatang. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOArtis pemeran Yoshi Sudarso berpose dicsela wawancara promo film Buffalo Boys di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Senin (9/07/2018). Film drama yang menggabungkan sejarah Indonesia dan klasik western produksi Infinite Studios dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films akan tayang pada 19 Juli 2018 mendatang.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran asal Indonesia yang berkiprah di AS, Yoshi Sudarso, menceritakan kisah cintanya dengan sang istri, Sarah Louise.

Dia mengisahkannya melalui sebuah video TikTok yang diberi judul "How I Married The Love of My Life" (Bagaimana Aku Menikahi Cinta Sejatiku).

Video kurang dadi satu menit itu lalu diunggahnya di akun Twitter @yoshi_sudarso.

Baca juga: Istri Yoshi Sudarso Hamil Anak Pertama Setelah 5 Tahun Menikah

Yoshi yang lahir tahun 1989 di Surabaya, Jawa Timur, pindah ke Amerika Serikat ketika Indonesia dilanda kerusuhan.

"Pada 1998, keluargaku dan aku pindah ke Amerika dari Indonesia saat kerusuhan. Aku saat itu 8 tahun tidak berbicara bahasa Inggris sama sekali dan perempuan adalah hal yang paling jauh dari pikiranku," tutur Yoshi, Rabu (26/8/2020).

Ketika sudah berada di Amerika, Yoshi bertemu Sarah di gereja.

Baca juga: Fakta Unik Yoshi Sudarso, Si Ranger Biru yang Ganti Nama dan Pernah Jadi Cheerleader

"Pekan pertama, kami pergi ke gereja bersama teman keluarga yang telah tinggal di Amerika. Itulah ketika aku melihat dia, aku tidak tahu kenapa tapi kalimat "Ma, aku menyukainya!" keluar dari bibirku. Aku tidak berpikir aku bahkan tahu apa artinya itu," ungkap Yoshi

Yoshi yang masih anak-anak tidak ingin mimpi terlalu jauh dan tidak berpikir akan bisa bersama Sarah.

"Kami terus pergi ke gereja itu dan aku selalu semangat untuk melihatnya setiap hari Minggu. Dia selalu sangat baik, tetapi aku tidak dekat atau apapun. Maksudku, aku hampir tidak berbicara bahasanya," ujar Yoshi.

Baca juga: Sebelum Jadi Ranger Biru, Yoshi Sudarso Ternyata Seorang Cheerleader

Seiring bertambahnya usia, Yoshi dan Sarah semakin sering bertemu dalam kegiatan gereja. Mereka juga tergabung dalam kegiatan rohani yang sama.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X