Banyak Artis Jadi YouTuber, Anang: Jangan Mengejek Konten Lain

Kompas.com - 13/08/2020, 11:16 WIB
Anang Hermansyah mencoba kendaraan Komodo yang diproduksi PT Pindad. YouTube The Hermansyah A6Anang Hermansyah mencoba kendaraan Komodo yang diproduksi PT Pindad.

JAKARTA, KOMPAS.com- Musisi Anang Hermansyah dan Ashanty memberi pandangan mereka melihat adanya ketidakharmonisan antara YouTuber dengan selebriti yang mulai menjajal dunia YouTube.

Apalagi di masa pandemi corona (Covid-19) seperti sekarang, di mana aktivitas orang terbatasi, Ashanty memaklumi jika akhirnya banyak selebriti yang ikut terjun di dunia YouTube.

Menurutnya, sah-sah saja jika tujuannya sama-sama menghibur, mendidik, asal bukan konten-konten seperti memberi bingkisan sampah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cerita di Balik Kolaborasi Artis di YouTube, Akhirnya Jawab Rasa Penasaran Netizen

Sekalipun ada gimik di dalamnya, penonton juga masih bisa bebas memilih apakah memang mereka mau menontonnya atau tidak.

"Andaipun ada YouTuber pakai gimik, kalau penontonnya memang mau nonton, jangan karena kita iri dengan kesuksesan konten seseorang akhirnya kita menjatuhkan," kata Ashanty, dikutip dari vlog The Hermansyah A6, Rabu (12/8/2020).

Terkait keragaman konten YouTube, Anang kemudian menambahkan, YouTube dan pemerintah memiliki aturan yang jelas, bagaimana konten YouTube itu sebaiknya digunakan untuk hal positif.

Baca juga: Ketika Ashanty Minta Anang Bersikap Romantis, tapi Malah Berujung Kesal

Lewat vlog berjudul "Menjawab Pertanyaan Netizen untuk Keluarga Asix" Anang menilai semua konten baik, yang membedakan hanya mungkin kreativitas tiap pemilik kanal YouTube.

"Pembikinan konten terserah teman-teman, yang penting jangan menyakiti, jangan mengejek bahwa konten yang lain lebih bagus dari konten yang lain, semua konten bagus," ujar Anang.

"Asal tidak melanggar hukum dan bermanfaat buat orang lain, dengan niat baik bahwa aku ingin menghibur, memberi masukan pada orang, memberi ilmu, silakan enggak apa-apa juga, enggak bisa menyamaratakan," sambung Anang menjelaskan.

Seperti konten-konten keluarga Anang Hermansyah, apa yang mereka sajikan adalah kehidupan mereka sesungguhnya, dan mereka tidak memaksa orang harus menonton.

"Tinggal orang mau nonton apa enggak, kalau mau nonton silakan kalau enggakpun kita enggak memaksakan harus nonton," timpal Ashanty.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X