Lagunya Dipakai Kampanye, Neil Young Gugat Donald Trump soal Pelanggaran Hak Cipta

Kompas.com - 05/08/2020, 12:47 WIB
Penyanyi Neil Young tampil di acara Harvest Moon: A Gathering di Lake Hughes, California, 14 September 2019. AFP/GETTY IMAGES/KEVIN WINTERPenyanyi Neil Young tampil di acara Harvest Moon: A Gathering di Lake Hughes, California, 14 September 2019.

KOMPAS.com - Penyanyi legendaris Neil Young menggugat Presiden AS Donald Trump yang memutar lagu saat berkampanye.

Pada Selasa (4/8/2020), Neil Young melayangkan gugatan pelanggaran hak cipta di Pengadilan Federal New York, terhadap tim kampanye Trump.

“Gugatan ini tidak bermaksud untuk tidak menghormati hak dan pendapat warga AS, yang bebas mendukung kandidat pilihannya,” demikian pernyataan pihak Neil Young dalam gugatannya.

Baca juga: Immigration Nation, Kontroversi Kebijakan Imigrasi Donald Trump, Segera di Netflix

“Namun penggugat tidak mengizinkan musiknya digunakan sebagai lagu tema untuk sebuah kampanye yang memecah belah dan menyebarkan kebencian,” demikian gugatan itu.

Neil Young menyatakan kampanye Trump tidak memiliki izin menggunakan lagu "Rockin 'in The Free World" dan "Devil's Sidewalk".

Dia mencatat, Donald Trump telah menggunakan lagunya selama bertahun-tahun sejak kampanye terakhir dengan memutat dua lagu tersebut di reli Tulsa, Oklahoma, pada 20 Juni.

Baca juga: Linkin Park dan Para Musisi yang Lagunya Dipakai Donald Trump Kampanye Tanpa Izin

 

Pemilik nama lahir Neil Percival Young itu sebenarnya berniat menggugat Donald Trump sejak kampanye presiden 2016

Namun ia berubah pikiran setelah diberitahu bahwa tempat kampanye Donald Trump telah memperolah lisensi kinerja publik dari ASCAP dan BMI. 

Karena semakin banyak musisi yang keberatan politisi menggunakan musik mereka, organisasi-organisasi hak pertunjukan ini mulai mengizinkan para penulis lagu untuk pengecualian musiknya untuk kegiatan politik.

Baca juga: Lagunya Dipakai Kampanye Trump, Rolling Stones Ancam dengan Tuntutan Hukum

 

Dengan gugatannya ini, Neil Young bersedia untuk menguji gagasan bahwa Donald Trump diduga melanggar hak cipta dan menuntutnya agar tidak memutar lagu-lagunya lagi.

Bersamaan dengan ini, kuasa hukum Neil Young, Robert Besser mengatakan kliennya juga menuntut ganti rugi terkait perkara ini.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X