Kuasa Hukum Vicky Prasetyo Masalahkan Dakwaan Jaksa, Dinilai Tak Sesuai dan Tak Cermat

Kompas.com - 29/07/2020, 19:29 WIB
Vicky Prasetyo saat berbincang dengan Raffi Ahmad soal mendapat surat panggilan dari kejaksaan YouTube Rans EntertainmentVicky Prasetyo saat berbincang dengan Raffi Ahmad soal mendapat surat panggilan dari kejaksaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum terdakwa Vicky Prasetyo, Ramdan Alamsyah mempermasalahkan isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkait kasus dugaan pencemaran nama baik

Ramdan menilai, jaksa keliru dalam menyebutkan tahun kejadian perkara di dalam dakwaan terhadap kliennya. 

"Padahal, kejadiannya itu 2018, tapi disebutkan di dalam dakwaan tahun 2019. Artinya tidak bersesuaian," kata Ramdan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Rabu (29/7/2020).  

Baca juga: Kepada Majelis Hakim, Vicky Prasetyo Bertanya Kenapa Bisa Ditahan

Selain itu, Ramdan bersama timnya juga menilai JPU dalam menjabarkan kejadian perkara didakwaan tidak secara rinci. 

Sehingga, Ramdan melihat terdapat kerancuan dalam dakwaan terhadap Vicky Prasetyo. 

"Yang mana yang Vicky Prasetyo lakukan? Antara mencemarkan nama baik atau mendistribusikan sesuai dengan UU ITE? Padahal yang distribusikan bukan daripada pihak kami, artinya stasiun televisi yang mendistribusikan," tegas Ramdan. 

Diketahui, Vicky Prasetyo resmi ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, sejak 7 Juli 2020. 

Baca juga: Hakim Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Vicky Prasetyo

Vicky Prasetyo ditahan karena berkas perkara sudah dinyatakan lengkap alias P21 dan sudah memasuki tahap kedua atau dilimpahkan ke kejaksaan.

Sementara itu, kasus Vicky Prasetyo ini merupakan buntut penggerebekan yang dilakukannya pada 19 November 2018.

Saat itu, Vicky menggerebek rumah Angel Lelga di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pukul 02.00 WIB dini hari.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X