Cerita Sandiaga Uno Menjadi YouTuber

Kompas.com - 29/07/2020, 07:50 WIB
Pasangan Sandiaga Uno dan Nur Asia YouTube/Th Hermansyah A6Pasangan Sandiaga Uno dan Nur Asia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha yang juga politisi Sandiaga Uno kini sangat aktif di YouTube.

Pemilik kanal YouTube Sandiuno TV itu sekarang telah memiliki 419.000 subscribers.

Bagaimana cerita mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu sekarang? Berikut rangkumannya dikutip dari vlog The Hermansyah A6 "Jodohku - Kisah Inspiratif Percintaan, Mpok Nur Harus Banyak Belajar dari Ibu Nur."

Baca juga: Sulit Kembali ke Bisnis Setelah Gagal Pilpres, Sandiaga Uno Beralih ke YouTube

Awal buat konten YouTube

Sandiaga Uno mengaku terjun ke YouTube karena terinspirasi putranya bungsunya, Sulaiman Saladdin Uno.

Dia melihat Sulaiman menonton layar kaca, tetapi bukan untuk menonton program televisi, melainkan bermain game, menonton YouTube atau Netflix.

"Tadinya enggak ada pikiran konten-konten, cuma mau nyampein tips-tips wirausaha, entrepreneur, tiba-tiba banyak permintaan (konten lain)," kata Sandi.

Baca juga: Sandiaga Uno Terjun ke Politik, Sempat Ditentang Anak karena Hal Ini

Tidak bisa kembali ke bisnis

Selain itu, Sandi yang gagal pada Pilpres 2019 mengakui tidak lagi bisa kembali ke dunia bisnis.

"Terus terang setelah pilpres kita ngerasa juga kita balik lagi ke bisnis kayak dulu enggak mungkin juga," kata Sandi.

"Karena udah kita serahkan pada profesional dan kita memang ingin berkontribusi sama masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Jadi YouTuber, Sandiaga Uno Ditertawakan Anak-anaknya

Mulai dari nol subscriber

Sandiaga memulai kanal YouTube-nya benar-benar dari jumlah subscriber nol hingga kini sudah mencapai ratusan ribu.

"Dari nol subscriber, kita fight lagi, kayaknya ada challenge tersendiri, ada keinginan kita, yang pasti ini bukan dunia kita. Ini dunia kalian, tapi kita ingin ada satu pesan, karena kebetulan mediumnya yang pas anak muda lihat ya medium ini (YouTube), kalau kita enggak di sini enggak relevan," kata Sandi.

Ditertawakan anak

Memiliki kanal YouTube dan mencoba untuk lebih dekat dengan generasi muda, Sandi berusaha menggunakan bahasa yang kini banyak digunakan anak muda.

Namun, hal itu justru mengundang gelak tawa dua anaknya yang kini sedang ada di luar negeri untuk bekerja dan sekolah.

"Mereka (anak-anak) suka ketawa dengan konten-konten, diketawain (dibilang), 'Ngapain sih guys guys, gitu, ngapain', tapi itulah cara bicara kami," kata Sandi.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X