Demi Makan Daging Ayam, Roy Marten Butuh 3 Peristiwa Besar

Kompas.com - 11/07/2020, 20:33 WIB
Artis peran Roy Marten saat ditemui dalam jumpa pers film Toko Barang Mantan di Gedung MNC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Roy Marten saat ditemui dalam jumpa pers film Toko Barang Mantan di Gedung MNC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktor senior Roy Marten menceritakan kehidupan masa lalu saat masih tinggal di Salatiga, Jawa Tengah.

Saat itu, kata Roy, kalau mau mengonsumsi daging ayam harus dibutuhkan tiga peristiwa besar.

Baca juga: Cerita Roy Marten soal Motor Antik, Ibarat Lamborghini dan Mudah Pikat Wanita

“Pertama Lebaran, Lebaran semua makan ayam, sebuah kemewahan bisa makan ayam. Yang kedua kalau kita sakit, supaya mau makan, kan enggak doyan makan. Yang ketiga adalah kalau ayamnya yang sakit,” kata Roy Marten dikutip Kompas.com dari kanal Marten and Friend, Sabtu (11/7/2020).

Roy mengatakan, orang Indonesia sekarang bisa langsung ternak ayam bahkan sampai ribuan ekor, berbeda dengan zaman dulu.

Baca juga: Roy Marten: Zaman Dulu Makan Telur, Oh Jangan Harap

“Kalau Papa enggak bisa (makan ayam, telur setiap hari), karena apa, ayam jawa, ayam kampung itu enggak bisa diternak, begitu ditandain enggak bertelur, disuruh bertelur enggak mau ngambek,” tutur Roy.

Terdiri dari enam bersaudara, Roy bersyukur keluarganya masih bisa dibilang berkecukupan.

Baca juga: Roy Marten Pernah Ditato Gratis di Penjara

“Kita termasuk cukuplah, tapi enggak setiap hari,” ujarnya.

Sebelum merdeka, Roy menceritakan banyak orang Indonesia yang mengonsumsi bulgur, makanan untuk kuda.

Baca juga: Roy Marten Ingatkan Gading Marten Hindari Narkoba: Jangan Pernah Coba!

“Bulgur adalah makanan untuk kuda, bayangin. Nasi merupakan kemewahan yang sungguh luar biasa,” tuturnya.

Meskipun tidak merasakan, Roy banyak melihat tetangga-tetangga yang mengonsumsi bulgur.

Baca juga: Keseruan Roy Marten dan Putranya Mengobrol dengan Tessy serta Polo Srimulat

“Keluarga kita sih enggak, cuma tetangga-tetangga makan bulgur,” ujarnya.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X