Keluhkan Sepinya Industri Hiburan, Ed Sheeran hingga Paul McCartney Tulis Surat kepada Pemerintah Inggris

Kompas.com - 03/07/2020, 15:40 WIB
Ed Sheeran beraksi dalam Konser Divide World Tour 2019 yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (3/5/2019). Dokumentasi PK EntertaimentEd Sheeran beraksi dalam Konser Divide World Tour 2019 yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (3/5/2019).
Editor Kistyarini

KOMPAS.com - Sebanyak 1.500 seniman, termasuk Ed Sheeran, Paul McCartney, Rolling Stones, Dua Lipa hingga Coldplay, mendesak pemerintah Inggris untuk mengambil langkah demi menghidupkan lagi industri hiburan negara tersebut.

Mereka mengeluhkan sepinya industri hiburan panggung atau konser "live" yang disebabkan Covid-19.

Eric Clapton, Sam Smith, Rod Stewart, Liam Gallagher, hingga Iron Maiden turut meneken surat terbuka yang menggarisbawahi redupnya industri hiburan yang turut mengancam kehidupan para pekerjanya.

Baca juga: Konser Untuk Indonesia, Hiburan untuk Diaspora Indonesia dan Penggalangan Dana Terkait Pandemi Covid-19

Mereka mengutip penelitian baru yang menunjukkan bahwa pertunjukan musik live berkontribusi untuk perekonomian Inggris, serta menciptakan 210.000 pekerjaan pada tahun lalu.

"Musik live Inggris merupakan hasil sosial, budaya, dan ekonomi terbesar di Inggris dalam dekade terakhir," tulis mereka dalam surat kepada Menteri Kebudayaan dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden, dilansir AFP pada Kamis (2/7/2020).

"Jarak sosial tanpa akhir, ditambah belum disepakatinya dukungan keuangan dari pemerintah, maka masa depan konser dan festival serta ratusan ribu orang yang bekerja di dalamnya tampak suram," lanjut pernyataan dalam surat terbuka itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ulang Tahun ke-80, Ringo Starr Gelar Konser Amal bersama Paul McCartney

Pemerintah Inggris memang telah melonggarkan anjuran untuk tetap berada di rumah bagi warganya.

Namun pusat hiburan live tetap ditutup, sementara restoran dan museum diizinkan beroperasi pada akhir pekan ini.

"Sampai bisnis-bisnis itu dapat beroperasi lagi, paling memungkinkan pada awal 2021, dukungan pemerintah akan sangat penting untuk mencegah kebangkrutan massal dan akhir dari industri terkemuka di dunia ini," kata surat itu.

Baca juga: Nonton Konser Kahitna dari Dalam Mobil, Tertarik?

Industri hiburan meminta pemerintah menyiapkan timeline yang jelas untuk membuka tempat-tempat itu.

"Pertunjukan yang luar biasa tidak terjadi tanpa tim yang luar biasa di belakang panggung, tetapi mereka semua akan berhenti bekerja kecuali kita bisa kembali ke sana melakukan apa yang kita sukai," kata Gallagher, demikian AFP.


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X