Pesan dan Harapan Ernest Prakasa untuk 55 Tahun Harian Kompas

Kompas.com - 28/06/2020, 21:36 WIB
Ernest Prakasa sutradara film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019). KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHErnest Prakasa sutradara film Imperfect saat promo film di di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Rabu ( 4/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-55 untuk Harian Kompas.

Ernest Prakasa berharap agar ke depannya Harian Kompas tetap menunjukkan arah yang benar untuk pembacanya.

Baca juga: 55 Tahun Harian Kompas, Gelar Selamatan Bersama Warga Yogya dan Pameran Foto

"Semoga Harian Kompas sesuai namanya, bisa menjadi Kompas, bisa menjadi arah yang selalu bisa diandalkan untuk menunjukkan berita yang jernih, faktual, dan bisa dipercaya," ucap Ernest dikutip dalam siaran langsung Kompas TV, Minggu (28/6/2020).

Harapan sutradara film Imperfect itu berasal dari keresahannya terhadap berita hoaks yang terus bertebaran di mana-mana.

Baca juga: HUT Ke-55 Harian Kompas, Tulus Buka Penampilan dengan Teman Hidup

"Di era sekarang yang penuh dengan berita hoaks, penuh dengan fake news, di mana mudah sekali orang percaya dengan forward-an di WhatsApp grup, dan banyak berita-berita tidak benar yang beredar," ungkap Ernest.

"Saya Ernest Prakasa mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-55 buat Harian Kompas," ujar Ernest menambahkan.

Baca juga: Bung Karno, Sosok di Balik Nama Harian Kompas...

Sebagai informasi, Harian Kompas genap berusia 55 tahun sejak pertama kali resmi terbit pada 28 Juni 1965.

Dua hari sebelum terbit, Presiden Soekarno menamai Harian Kompas sebagai pemberi arah dan jalan dalam mengarungi lautan dan hutan rimba.

Baru empat bulan berjalan sejak awal berdiri, tepatnya 4 hingga 5 Oktober 1965, Harian Kompas diminta tidak terbit karena situasi politik.

Baca juga: 55 Tahun Harian Kompas, Berikut Sejarah dan Asal-usul Nama Kompas

Hingga keesokan harinya, 6 Oktober 1965, Harian Kompas mendapatkan izin kembali untuk terbit.

Namun pada 21 Januari 1978, Harian Kompas kembali dilarang terbit oleh pemerintah.

"Saya yang ditelepon, 'kalimatnya biasa aja. Besok Kompas enggak boleh terbit'," ungkap Wakil Pemimpin Redaksi 1978, P Swantoro, dikutip Kompas.com dari siaran Kompas TV.

Setelah beberapa hari, 6 Februari 1978, Harian Kompas diizinkan kembali terbit.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X