Alasan Sutradara Pilih Kristen Stewart Perankan Putri Diana

Kompas.com - 18/06/2020, 08:05 WIB
Aktris Kristen Stewart menghadiri pemutaran khusus film Seberg di Ryerson Theater pada hari ketiga 2019 Toronto International Film Festival di Toronto, Kanada, pada 7 September 2019. AFP/VALERIE MACONAktris Kristen Stewart menghadiri pemutaran khusus film Seberg di Ryerson Theater pada hari ketiga 2019 Toronto International Film Festival di Toronto, Kanada, pada 7 September 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktris Kristen Stewart (30) didapuk memerankan karakter Putri Diana dalam film Spencer.

Sutradara Pablo Lorrain mengungkap alasannya menyukai Kristen untuk memerankan Diana.

Baca juga: Sinopsis Insidious: The Last Key, Elise Kembali ke Rumah Masa Lalu

Kesan misteri yang diperlukan dalam pembuatan film ini bisa diperoleh Pablo dari Kristen.

"Kristen bisa jadi banyak hal, dan dia bisa sangat misterius dan sangat rapuh dan sangat kuat juga pada akhirnya, di mana itu apa yang kita butuhkan. Kombinasi elemen tersebut membuat saya memikirkan tentang dia (Kristen)," kata Pablo.

Saat diberikan naskah hingga melakukan pendekatan karakter, apa yang dilakukan Kristen menurut Pablo sangat indah.

Baca juga: Sinopsis Saraswatichandra Episode 18, Kumud dan Saras Terpisah Jarak

Film ini tidak menceritakan tentang kematian tragis Diana, melainkan fokus pada hubungan dengan suami serta cinta yang dimiliki untuk kedua anaknya, yakni Pangeran William dan Pangeran Harry.

Kehidupan kerajaan adalah sesuatu yang selalu membuat penasaran sutradara film. Hal inilah yang membuat proyek ini semakin menarik.

Baca juga: Sinopsis Revolutionary Love Episode 7, Siwon Melamar Jadi Pekerja Magang

Seperti budaya yang menurut Pablo tak dimilikinya dari tempatnya berasal. Apalagi, Diana sebagai sosok ikonik yang menaruh empati padanya.

Bukan hanya empati dari sesama wanita, tetapi banyak orang di seluruh dunia akan berempati kepada Diana ataupun atas hidupnya.

Baca juga: Sinopsis Train to Busan 2: Peninsula, Misi Berbahaya Memasuki Sarang Zombie

"Kami memutuskan untuk mendalami cerita tentang identitas, dan sekitar bagaimana seorang wanita memutuskan entah bagaimana bukan untuk menjadi ratu. Dia seorang wanita yang, dalam perjalanan film, memutuskan dan menyadaribahwa dia ingin menjadi wanita sebelum dia bertemu Charles," kata Pablo.

Film ini nantinya berlatar era 1990-an dan akan melingkupi kritikan ketika Putri Diana memutuskan pernikahannya dengan Pangeran Charles tidak berhasil.


Sumber EOnline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X