Penjelasan PLN soal Tagihan Listrik Raffi Ahmad Capai Rp 17 Juta

Kompas.com - 06/06/2020, 11:46 WIB
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIARaffi Ahmad dan Nagita Slavina di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Perusahaan Listrik Negara ( PLN) memberikan penjelasan terkait besarnya tagihan listrik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Diketahui sebelumnya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mempertanyakan penyebab tagihan listriknya melonjak hingga Rp 17 juta.

Melalui akun Instagram @pln_disjaya, PLN menjelaskan penyebabnya.

"#Electrizen, pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya mendapatkan solusi dari keluhan terkait permasalahan kelistrikan di rumah mereka," kata PLN seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Atta Tawar Rumah Anang Rp 20 Miliar, Raffi Ahmad: Malu-maluin Calon Mertua

PLN menyebutkan, ada tiga kendala yang dikeluhkan Raffi Ahmad.

Pertama tagihan yang besar mencapai Rp 17 juta per bulan, lalu token listrik yang harus di-input berkali-kali setiap dua hari sekali.

Terakhir, listrik yang sering turun alias jepret.

Kata PLN, penyebab tingginya tagihan listrik Raffi karena penggunaan alat elektronik dalam jumlah besar.

Baca juga: Nagita Slavina Mengeluh Bayar Listrik Rp 1 Juta untuk Dua Hari

"PLN kemudian menjelaskan bahwa tingginya biaya konsumsi listrik bisa jadi dikarenakan banyak peralatan elektronik atau penggunaan beberapa alat elektronik dengan daya yang besar," tulis PLN.

"Sedangkan terkait keluhan soal token listrik yang harus diinput berkali-kali PLN menyarankan kepada pelanggan agar membeli token listrik sejumlah pemakaian selama sebulan," sambung mereka.

PLN juga menjelaskan penyebab listrik di kediaman Raffi yang sering tiba-tiba padam.

Baca juga: Kala Raffi Ahmad Tawar Rumah Mewah Anang Hermansyah dan Ashanty...

"Selanjutnya untuk listrik sering turun, ternyata disebabkan oleh MCB (Miniature Circuit Breaker) pada panel listrik pelanggan overload karena pembagian beban listrik yang tidak merata," ujar PLN.

"Dikarenakan batas kewenangan PLN untuk pasokan listrik pelanggan hanya sampai ke kWh meter, pasangan tersebut diminta untuk menghubungi instalatir resmi yang tersertifikasi dan terdaftar dalam Asosiasi Kontraktor Listrik untuk melakukan perbaikan pada instalasi rumah pelanggan," lanjut mereka.

Dalam unggahan itu, tampak pula Raffi dan Nagita berpose bersama beberapa orang dari pihak PLN.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

#Electrizen, pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya mendapatkan solusi dari keluhan terkait permasalahan kelistrikan di rumah mereka. Pasangan tersebut menyampaikan kendala terkait 3 hal: Pertama tagihan yang besar mencapai 17 juta per bulan, kedua token listrik yang harus diinput berkali-kali setiap 2 hari sekali dan terakhir listrik yang sering turun alias jepret. PLN kemudian menjelaskan bahwa tingginya biaya konsumsi listrik bisa jadi dikarenakan banyak peralatan elektronik atau penggunaan beberapa alat elektronik dengan daya yang besar. Sedangkan terkait keluhan soal token listrik yang harus diinput berkali-kali PLN menyarankan kepada pelanggan agar membeli token listrik sejumlah pemakaian selama sebulan. Selanjutnya untuk listrik sering turun, ternyata disebabkan oleh MCB (Miniature Circuit Breaker) pada panel listrik pelanggan overload karena pembagian beban listrik yang tidak merata. Dikarenakan batas kewenangan PLN untuk pasokan listrik pelanggan hanya sampai ke kWh meter, pasangan tersebut diminta untuk menghubungi instalatir resmi yang tersertifikasi dan terdaftar dalam Asosiasi Kontraktor Listrik untuk melakukan perbaikan pada instalasi rumah pelanggan. #pln #pln_disjaya #listrikuntuksemua #listrikuntukrakyat #powerbeyondgenerations

Sebuah kiriman dibagikan oleh PLN UID JAKARTA RAYA (@pln_disjaya) pada 4 Jun 2020 jam 2:17 PDT

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X