Pandemi Corona, Riri Riza: Ada film Sudah Tayang 10 Hari, tapi Harus Terhenti

Kompas.com - 05/06/2020, 21:17 WIB
Riri Riza berkunjung ke Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). KOMPAS.com/IRA GITARiri Riza berkunjung ke Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Riri Riza angkat bicara berkait nasib industri perfilman Indonesia yang terdampak pandemi global virus corona.

Riza mengakui, banyak kegiatan produksi film Tanah Air terkatung-katung karena adanya pandemi.

Riri mengatakan, sebelum ada pandemi, industri film Indonesia sedang bergairah. Hal ini bisa dilihat dari data yang ada.

Baca juga: Sherina dan Riri Riza Kasih Bocoran Petualangan Sherina 2

"Terjadi penambahan yang signifikan dari jumlah penonton di Indonesia, sekitar 53 juta penonton di tahun 2019, pada saat yang sama, jumlah layar bioskop kita juga meningkat," ucap Riri Riza dalam siaran YouTube Live Oppo Indonesia, Jumat (5/6/2020).

Namun, gairah itu menurun seiring pandemi, Riri tak memungkiri salah satu dampaknya adalah banyak pekerja film yang harus kehilangan pekerjaannya.

"Saya tahu sendiri teman saya sendiri yang sudah syuting 3-4 hari tetapi harus berhenti, bahkan ada film yang sudah tayang 10 hari tapi harus terhenti," ucap Riri.

Baca juga: Ketika Maudy Ayunda Insecure dengan Gigi Kelincinya, Riri Riza Kuatkannya

"Yang dibicarakan Marcella Zalianty itu (angka pekerja film terdampak pandemi) cuma aspek produksi saja, tapi selain itu masih ada ruang-ruang pekerja film lainnya seperti dari sisi promosi, dan lain-lain," tambah Riri.

Meski dalam kondisi pahit, Riri yakin industri film Indonesia bisa melewati masa sulit ini dan bergairah kembali.

Riri berujar, industri film Indonesia sudah terbiasa melewati masa-masa sulit sebelumnya.

Baca juga: Ketika Maudy Ayunda Insecure dengan Gigi Kelincinya, Riri Riza Kuatkannya

"Perfilman kita sudah pernah melewati beberapa kali krisis, ketika saya membuat film Kuldesak itu butuh bertahun-tahun untuk menyelesaikannya karena krisis moneter saat itu, 96,98," ucap Riri.

"Lalu ada juga 2008, kita cukup sulit meyakinkan pasar, investor, sampai kita menemukan Laskar Pelangi saat itu," sambung Riri.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X