Joko Anwar Sebut Perfilman Indonesia Melonjak Pesat Sebelum Pandemi Covid-19

Kompas.com - 30/05/2020, 15:33 WIB
Sutradara Joko Anwar berpose seusai sesi wawancara promo film Perempuan Tanah Jahanam, di Kompas.com, Jumat (20/9/2019). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSutradara Joko Anwar berpose seusai sesi wawancara promo film Perempuan Tanah Jahanam, di Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum Covid-19 mewabah di Indonesia, sineas Joko Anwar menyatakan industri film tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Joko Anwar menilai dari segi penjulan tiket yang melonjak pesat dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Kritik Penonton Film Bajakan, Joko Anwar: Kenapa Kalian Jahat Sekali?

"Dalam segi bisnis, tahun 2018, 2019, kita menjual lebih dari 51 juta tiket untuk film Indonesia setiap tahunnya," ungkap Joko Anwar dalam siaran langsung di kanal YouTube Let' Talk, Jumat (29/5/2020) malam.

Sementara itu, Joko Anwar mengatakan penjuatan tiket film di Indonesia pada 2017 hanya mencapai 38 juta.

"Jadi peningkatannya dari tahun 2017 ke 2018 meningkat banget. Dari segi bisnis kita memasuki masa yang paling menguntungkan," ucap Joko Anwar.

Baca juga: Henky Solaiman Meninggal, Joko Anwar: Terima Kasih untuk Semua Film dan Inspirasi

Sutradara film Pengabdi Setan itu juga melihatnya dari segi estetika yang dihasilkan dari setiap film di Indonesia.

Pasalnya, keindahan film untuk memanjakan mata penonton juga mengalami peningkatan yang tajam meskipun dibuat dengan peralatan yang tidak memadai.

Baca juga: Disodori Foto Joko Anwar, Pevita Pearce: Itu Profesor Penemu Superhero

"Dari 1 sampai 10 (film box office Indonesia), mungkin sekitar 7 atau 8 adalah film-film yang tidak dibuat dengan estetika dan teknikal yang memadai," kata Joko Anwar.

Hanya saja, kata Joko Anwar, film tersebut dibuat dengan pemeran yang memiliki keahlian yang baik dan kerja sama tim produksi yang bagus.

Baca juga: Dengar Suara Dentuman, Joko Anwar: Gue Kira Ada yang Main Drum

Kini, Joko Anwar menyebut ada sekitar 30 film Indonesia yang terpaksa harus menghentikan produksinya lantaran adanya pandemi virus corona.

"Sekitar ada 30 produksi yang berhenti, kalau kita lihat kan setiap tahunnya ada 140 judul kira-kira. Jadi setiap bulannya itu ya mungkin ada sekitar 10 (film yang naik layar bioskop)," ucap Joko Anwar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X