Kompas.com - 24/05/2020, 10:03 WIB
Happy Salma saat ditemui dalam jumpa pers film Sekar di Galeri Indonesia Kaya, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018). KOMPAS.com/IRA GITAHappy Salma saat ditemui dalam jumpa pers film Sekar di Galeri Indonesia Kaya, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Happy Salma menceritakan kondisi Bali selama masa pandemi corona atau Covid-19.

Seperti diketahui, Happy Salma memang sudah menetap di Bali setelah resmi menikah dengan sang suami, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthayasa.

Sama seperti halnya masyarakat kebanyakan, pemain film Dilan 1990 juga turut berada di rumah saja selama masa pandemi corona.

Berikut hal yang dirasakan Happy Salma selama di rumah seperti dirangkum Kompas.com.

Baca juga: Cerita Penanganan Corona di Bali, Happy Salma: di Sini Disiplin tapi Tak Terkurung

1. Masih bisa melihat pemandangan

Walau tetap berada di rumah, Happy Salma mengakui ada pembatasan-pembatasan yang diterapkan di Bali.

Namun, dia merasa bersyukur karena bisa melihat pemandangan di Bali, yang selalu menyuguhkan keindahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di sini lebih terbatas berpergian, tapi di sini banyak tempat terbuka, ke sungai masih bisa. Terus kalau keluar dibatasi kita tuh,” tutur Happy Salma dalam live Instagram @palarifilms bersama pemain film Ali & Ratu Ratu Queens seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (23/4/2020).

Baca juga: Sambut Usia 4 Dekade, Dian Sastro Berkaca pada Marsha Timothy dan Happy Salma

2. Masyarakat disiplin

Happy Salma mengaku bahwa masyarakat Bali rupanya patuh dalam menjalankan pencegahan virus corona untuk tetap berada di rumah saja.

Di samping itu, adapula pecalang yang turut mengingatkan warganya untuk tetap menggunakan masker saat berpergian.

“Di sini enggak tahu kenapa orang-orangnya disiplin. Ada pecalang juga, mereka ngecek, enggak pakai masker disuruh ambil masker,” ucap Happy Salma.

“Benar-benar hati-hati, tapi enggak kaya terkurung sih” ujar Happy Salma menambahkan.

Diketahui, provinsi Bali tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tetapi, mereka membatasi pergerakan orang luar dengan memanfaatkan aparatur desa.

Dengan kata lain, desa adat melakukan pengawasan ketat terhadap orang luar yang bukan dari daerahnya.

Baca juga: Cerita Penanganan Corona di Bali, Happy Salma: di Sini Disiplin tapi Tak Terkurung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.