Kompas.com - 06/05/2020, 11:20 WIB
Penyanyi Didi Kempot tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Didi Kempot tampil di hari pertama Synchronize Festival 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi campursari Didi Kempot memang telah meninggalkan kita semua pada Selasa (5/5/2020).

Namun, karya-karya Didi Kempot akan tetap dikenang oleh semua pendengar musik campursari.

Lagu-lagu seperti “Cidro”, “Suket Teki”, “Sewu Kutho”, “Stasiun Balapan” hingga “Pamer Bojo” menjadi karya yang begitu membekas bagi para penggemar Didi Kempot yang dikenal Sobat Ambyar.

Berikut Kompas.com merangkum momen keseruan Didi Kempot saat manggung.

Baca juga: Awal Mula Didi Kempot Populer di Generasi Milenial

1. Synchronize Fest 2019

Penyanyi campursari Didi Kempot sempat menyuguhkan penampilannya dalam gelaran Synchronize Fest 2019 lalu yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat itu, Didi Kempot tampil di tengah para penonton yang mayoritas anak muda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, hal tersebut justru membuat panggung Didi Kempot begitu diminati oleh para penonton.

Bisa dikatakan saat Synchronize Fest, mendiang Didi Kempot mampu membuat para penggemarnya terhibur lewat tembang-tembang patah hatinya.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang ikut berjoget menikmati alunan lagu dan suara khas Didi Kempot.

Baca juga: Duka Para Selebritas Tanah Air atas Kepergian Didi Kempot...

2. Lagu “Pamer Bojo” paling ditunggu

Karya-karya Didi Kempot sudah membekas dalam kuping banyak kalangan. Bahkan, tak sedikit orang yang hafal dari lirik lagu Lord Didi, julukan untuk Didi Kempot.

Salah satu lagu yang sangat ditunggu oleh para penggemarnya adalah “Pamer Bojo”.

Dalam lagu itu, Lord Didi tak hanya sekedar bernyanyi namun para penonton juga tampak dilibatkan dengan tambahan lirik.

Ya “cendol dawet, cendol dawet” menjadi sebuah tambahan lirik yang dipakai dalam lagu tersebut.

Saking serunya dengan hal itu, penonton merasa terhibur dan bersemangat ketika meneriakan lirik "Cendol Dawet".

Baca juga: Didi Kempot dan Kepedulian pada Masyakarat yang Terdampak Covid-19

3. Ajak semua penonton berjoget

Meski menyuguhkan lirik-lirik lagu yang didominasi patah hati, namun mendiang Didi Kempot bisa membuat para penontonnya berjoget saat menyanyikan karyanya.

Hal itu juga dibenarkan oleh penyiar Gofar Hilman.

Menurut Gofar Hilman, Indonesia kehilangan akan sosok Didi Kempot.

“Lebih tepatnya kehilangan kultur. Kultur, di mana bisa merayakan patah hati sebegitu meriahnya, orang patah hati nangis, ini joget, cuma beliau yang bisa. Jadi kita kehilangan kultur,” kata Gofar Hilman.

Selain itu, para penonton Didi Kempot juga saat ini didominasi oleh para kaum millenial.

Baca juga: 4 Cerita Gofar Hilman yang Tak Terlupakan tentang Didi Kempot


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X