Taylor Swift Kecam Bekas Label Rekamannya Rilis Album Live Miliknya Tanpa Izin

Kompas.com - 24/04/2020, 11:01 WIB
Penyanyi Taylor Swift menghadiri pemutara film dokumenternya, Miss Americana, di 2020 Sundance Film Festival, di Eccles Center Theatre, Park City, Utah, pada 23 Januari 2020.  Neilson Barnard/Getty Images/AFPPenyanyi Taylor Swift menghadiri pemutara film dokumenternya, Miss Americana, di 2020 Sundance Film Festival, di Eccles Center Theatre, Park City, Utah, pada 23 Januari 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Taylor Swift mengatakan, dia tidak menyetujui album terbarunya dirilis oleh bekas label rekamannya dulu, Big Machine Records.

Big Machine Records merilis album Live from Clear Channel Stripped 2008 tanpa persetujuan Taylor.

Baca juga: Taylor Swift Batalkan Tur di 2020 karena Covid-19

Bintang pop itu merilis pernyataan panjang pada hari Kamis (23/4/2020). Taylor menyebut langkah Big Machine Records sama saja seperti perampokan uang.

Pertama, penyanyi kelahiran 13 Desember 1989 itu berterima kasih kepada penggemar yang telah peka dan menyadarkannya atas kehadiran album "ilegal" itu.

Baca juga: Mendadak Kirim Uang, Taylor Swift Bikin Penggemar yang Terdampak Covid-19 Ini Menangis

"Rekaman ini dari penampilan di acara radio tahun 2008 yang saya lakukan, ketika saya berusia 18 tahun. Big Machine telah mendaftarkan tanggal tersebut sebagai rilis tahun 2018, tetapi mereka sebenarnya merilisnya malam ini di tengah malam," tulis Taylor di Instagram Story-nya.

"Saya selalu jujur kepada kalian tentang ini. Jadi saya hanya ingin mengatakan perilisan ini tidak atas persetujuanku," imbuh Taylor.

Baca juga: Penggemar Terdampak Wabah Covid-19, Taylor Swift Bantu Rp 48 Juta Per Orang

Taylor mengatakan, sepertinya mantan pendiri Big Machine, Scooter Braun, dan bagian keuangannya, 23 Capital, Alex Soros, dan keluarga, serta The Carlyle Group telah melihat neraca terbaru.

Taylor mengatakan, bekas labelnya itu menyadari bahwa membayar 330 juta dollar AS untuk musik taylor bukanlah pilihan yang bijaksana dan mereka membutuhkan uang.

Baca juga: Taylor Swift Tanggapi Video Telepon dengan Kanye West dan Ajak Fans Berdonasi

Mantan kekasih Calvin Harris ini juga mengutuk tindakan Big Machine sangat memalukan di tengah situasi sulit virus corona ini.

"Hanya kasus lain dari keserakahan yang tak tahu malu pada masa virus corona. Begitu hambar, tetapi sangat transparan," kecam Taylor.

Beberapa waktu belakangan ini Taylor dan Big Machine sudah sering berseteru soal hak cipta.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X